detrovel

Ini adalah review terhadap obat dengan merk detrovel. Di bagian akhir review ini juga disertakan tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama dengan detrovel.

pabrik


Fahrenheit

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


detrovel dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 3 x 10 tablet 5 mg
  • dos 3 x 10 tablet 10 mg

kandungan


tiap kemasan detrovel mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • simvastatin 5 mg / tablet
  • Simvastatin 10 mg / tablet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Simvastatin adalah derivat sintetis dari produk fermentasi Aspergillus terreus yang bermanfaat sebagai obat penurun kolestrol jahat (LDL). Kolestrol jahat bersifat sangat mudah menggumpal dan menempel pada dinding pembuluh darah. Hal ini menyebabkan terbentuknya plak sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah.  Simvastatin bekerja dengan cara menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reductase, suatu enzim yang berperan dalam pembentukan kolestrol. Dengan terhambatnya kinerja enzim ini kadar kolestrol dalam darah akan berkurang. Dalam darah, kadar LDL dikatakan normal jika berada pada kadar < 100 mg/dL.

Indikasi detrovel


  • Kegunaan detrovel (simvastatin) adalah untuk pengobatan dislipidemia.
  • Karena fugsinya menurunkan kadar LDL, detrovel (simvastatin) juga berguna untuk mengurangi resiko terjadinya gangguan pada jantung dan stroke.

Kontra indikasi 


  • jangan menggunakan detrovel (simvastatin) untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap  detrovel (simvastatin).
  • Jangan menggunakan detrovel (simvastatin) jika anda sedang hamil karena obat ini diketahui berakibat buruk pada janin.
  • Belum diketahui apakah obat ini ikut keluar bersama air susu ibu, tetapi mengingat potensi bahayanya yang tinggi, jika anda adalah ibu menyusui, jangan menggunakan detrovel (simvastatin) karena dikhawatirkan bisa mengganggu metabolisme lipid bayi.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan terhadap pasien yang mempunyai masalah pada organ hati dan ginjal.

Efek Samping detrovel


  • Efek samping detrovel (simvastatin) diantaranya sakit kepala, gangguan pencernaan seperti sembelit dan diare, gangguan tidur dan penipisan rambut.
  • Detrovel (simvastatin) diketahui meningkatkan kadar gula darah yang mempengaruhi penderita diabetes tipe 2. Namun resiko ini relatif kecil.
  • Detrovel (simvastatin) meningkatkan resiko cedera otot (myopathy) terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dikombinasikan dengan obat-obat lain.
  • Efek samping yang tingkat kejadiannya jarang dari pemakaian obat ini misalnya kerusakan hati, mempengaruhi daya ingat, dan kebingungan.
  • Reaksi alergi akibat pemakaian obat ini juga jarang, namun dapat berakibat serius jika terjadi. Oleh karena itu jika tanda-tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal, pembengkakan, pusing, atau kesulitan menelan / bernapas segera hubungi pihak medis.

Perhatian  


  • Detrovel (simvastatin) bisa digunakan sebelum, sesudah atau bersama makanan pada malam hari.
  • Sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan mengkonsumsi diet rendah kolestrol.
  • Penggunaan detrovel (simvastatin) harus dilakukan secara hati-hati dan dengan pengawasan dokter untuk pasien yang menderita gangguan hati, ginjal, kelenjar tiroid, dan pasien-pasien yang pernah mengalami keluhan cedera otot.
  • Jus jeruk dapat meningkatkan kadar detrovel (simvastatin) dalam plasma darah. Sebaiknya dihindari untuk meminimalisir efek samping.
  • Selalu lakukan pemantauan kadar kolestrol secara berkala sebagai bahan evaluasi dosis dari dokter anda.
  • Detrovel (simvastatin) dapat menyebabkan pusing, sebaiknya jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Toleransi terhadap kehamilan


Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

interaksi obat 


Berikut adalah interaksi detrovel (simvastatin) dengan obat-obat lain :

  • Obat-obat yang menghambat enzim sitokrom p450 secara kuat seperti, itraconazole, ketoconazole, posaconazole, vorikonazol, eritromisinklaritromisin, telitromisin sebaiknya dihindari. Jika obat-obat itu sangat dibutuhkan, hentikan pemakaian detrovel (simvastatin).
  • Penghambat enzim sitokrom p450 yang lebih lemah seperti flukonazol, siklosporin, verapamil, diltiazem harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
  • Pemberian detrovel (simvastatin) dengan anti lipid lain seperti gemfibrozil harus dihindari, karena dapat menurunkan tingkat lipid secara drastis.
  • Pemberian bersamaan detrovel (simvastatin) dengan colchicine, amiodaron, dronedarone, ranolazine, atau calcium channel blockers (misalnya verapamil, diltiazem, atau amlodipine) meningkatkan resiko cedera otot (miopati) termasuk rhabdomyolysis.
  • Jika diberikan bersamaan dengan verapamil, diltiazem, atau dronedarone : dosis detrovel (simvastatin) diberikan tidak lebih dari 10 mg / hari.
  • Jika diberikan bersamaan dengan amiodaron, amlodipine, atau ranolazine : dosis detrovel (simvastatin) diberikan tidak lebih dari 20 mg / hari.
  • Jika diberikan bersamaan dengan siklosporin, danazol, atau fibrat (kecuali fenofibrate) : dosis detrovel (simvastatin) diberikan tidak lebih dari 10 mg / hari.
  • Detrovel (simvastatin) dengan dosis 20 – 40 mg / hari meningkatkan efek anti koagulan warfarin.

Dosis detrovel


detrovel (simvastatin) diberikan dengan dosis :

  • Dosis awal 1 x sehari 5-10 mg.diberikan pada malam hari.
  • Dosis maksimum 40 mg.

Terkait


 Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda