simvastatin

Simvastatin adalah penurun kolestrol jahat (LDL) yang termasuk obat hipolipidemia golongan statin. Obat ini adalah derivat sintetis dari produk fermentasi Aspergillus terreus. Obat golongan statin lebih efektif dibandingkan obat-obat hipolipidemia lain dalam menurunkan kolesterol (LDL) tetapi kurang efektif dibanding golongan fibrat dalam menurunkan trigliserida.

Kolestrol jahat bersifat sangat mudah menggumpal dan menempel pada dinding pembuluh darah. Hal ini menyebabkan terbentuknya plak sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah.  Simvastatin bekerja dengan cara menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reductase, suatu enzim yang berperan dalam pembentukan kolestrol. Dengan terhambatnya kinerja enzim ini kadar kolestrol dalam darah akan berkurang. Dalam darah, kadar LDL dikatakan normal jika berada pada kadar < 100 mg/dL.

Indikasi simvastatin


  • Kegunaan simvastatin adalah untuk pengobatan dislipidemia.
  • Karena fungsinya menurunkan kadar LDL, simvastatin juga berguna untuk mengurangi resiko terjadinya gangguan pada jantung dan stroke.

Kontra indikasi 


  • jangan menggunakan simvastatin untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap  simvastatin.
  • Jangan menggunakan simvastatin jika anda sedang hamil karena obat ini diketahui berakibat buruk pada janin.
  • Belum diketahui apakah obat ini ikut keluar bersama air susu ibu, tetapi mengingat potensi bahayanya yang tinggi, jika anda adalah ibu menyusui, jangan menggunakan simvastatin karena dikhawatirkan bisa mengganggu metabolisme lipid bayi.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan terhadap pasien yang mempunyai masalah pada organ hati dan ginjal.

Efek Samping simvastatin


  • Efek samping simvastatin diantaranya sakit kepala, gangguan pencernaan seperti sembelit dan diare, gangguan tidur dan penipisan rambut.
  • Simvastatin diketahui meningkatkan kadar gula darah yang mempengaruhi penderita diabetes tipe 2. Namun resiko ini relatif kecil.
  • Simvastatin meningkatkan resiko cedera otot (myopathy) terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dikombinasikan dengan obat-obat lain.
  • Efek samping yang tingkat kejadiannya jarang dari pemakaian obat ini misalnya kerusakan hati, mempengaruhi daya ingat, dan kebingungan.
  • Reaksi alergi akibat pemakaian obat ini juga jarang, namun dapat berakibat serius jika terjadi. Oleh karena itu jika tanda-tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal, pembengkakan, pusing, atau kesulitan menelan / bernapas segera hubungi pihak medis.

Perhatian  


  • Simvastatin bisa digunakan sebelum, sesudah atau bersama makanan pada malam hari.
  • Sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan mengkonsumsi diet rendah kolestrol.
  • Obat golongan statin harus digunakan dengan hati-hati pada peminum alkohol.
  • Penggunaan simvastatin harus dilakukan secara hati-hati dan dengan pengawasan dokter untuk pasien yang menderita gangguan hati, ginjal, kelenjar tiroid, dan pasien-pasien yang pernah mengalami keluhan cedera otot.
  • fungsi hari harus diperiksa sebelum dan sesudah menggunakan obat ini karena adanya potensi hepatotoksisitas.
  • Hipotiroidisme harus diatasi sebelum menggunakan obat-obat golongan statin.
  • Jus jeruk dapat meningkatkan kadar simvastatin dalam plasma darah. Sebaiknya dihindari untuk meminimalisir efek samping.
  • Selalu lakukan pemantauan kadar kolestrol secara berkala sebagai bahan evaluasi dosis dari dokter anda.
  • Simvastatin dapat menyebabkan pusing, sebaiknya jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Toleransi terhadap kehamilan


Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

interaksi obat 


Berikut adalah interaksi simvastatin dengan obat-obat lain :

  • Obat-obat yang menghambat enzim sitokrom p450 secara kuat seperti, itraconazole, ketoconazole, posaconazole, vorikonazol, eritromisin, klaritromisin, telitromisin sebaiknya dihindari. Jika obat-obat itu sangat dibutuhkan, hentikan pemakaian simvastatin.
  • Penghambat enzim sitokrom p450 yang lebih lemah seperti flukonazol, siklosporin, verapamil, diltiazem harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
  • Pemberian simvastatin dengan anti lipid lain seperti gemfibrozil harus dihindari, karena dapat menurunkan tingkat lipid secara drastis.
  • Pemberian bersamaan simvastatin dengan colchicine, amiodaron, dronedarone, ranolazine, atau calcium channel blockers (misalnya verapamil, diltiazem, atau amlodipine) meningkatkan resiko cedera otot (miopati) termasuk rhabdomyolysis.
  • Jika diberikan bersamaan dengan verapamil, diltiazem, atau dronedarone : dosis simvastatin diberikan tidak lebih dari 10 mg / hari.
  • Jika diberikan bersamaan dengan amiodaron, amlodipine, atau ranolazine : dosis simvastatin diberikan tidak lebih dari 20 mg / hari.
  • Jika diberikan bersamaan dengan siklosporin, danazol, atau fibrat (kecuali fenofibrate) : dosis simvastatin diberikan tidak lebih dari 10 mg / hari.
  • Simvastatin dengan dosis 20 – 40 mg / hari meningkatkan efek anti koagulan warfarin.

Dosis simvastatin


simvastatin diberikan dengan dosis :

  • Rentang dosis simvastatin berkisar antara 5-40 mg / hari. diminum 1 x sehari pada malam hari.

Terkait


 Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda