Cara Mengobati Batuk Pada Bayi Dan Anak

Batuk pada bayi sering membuatnya rewel. Meskipun biasanya hanya berlangsung dalam waktu dua minggu dan jarang ada yang perlu dikhawatirkan, namun hal ini akan membuat bayi sulit tidur lelap dan akan membuat para orang tua sedikit bekerja lebih keras untuk menenangkannya. Cara mengobati batuk pada bayi dan anak termasuk gampang-gampang susah. Pada usia tersebut mereka masih sulit untuk berkomunikasi, apalagi jika bayi masih belum dapat berbicara maka akan lebih sulit lagi.

Bayi usia di bawah 4 bulan jarang menderita batuk, jadi jika bayi pada usia ini mengalami batuk bisa jadi merupakan gejala penyakit tertentu. Pada musim dingin, jika bayi terbatuk-batuk, bisa jadi terserang virus pernafasan syncytial (RSV), infeksi virus yang berbahaya bagi bayi. Begitu bayi menginjak usia lebih dari 1 tahun, batuk pada bayi umumnya bukan merupakan gejala penyakit yang serius. Dalam kebanyakan kasus, kemungkinan penyebabnya hanya flu dan pilek saja.

Apa itu batuk?

Batuk adalah cara tubuh untuk melindungi dirinya sendiri. Batuk berfungsi sebagai mekanisme yang digunakan tubuh untuk menjaga agar saluran pernafasan tetap bersih, membersihkan tenggorokan dari dahak, tetesan postnasal (lendir hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau sisa-sisa makanan pada tenggorokan. (Baca selengkapnya apa itu batuk).

Jenis Batuk

Secara umum dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

  • Batuk kering : biasanya terjadi saat bayi sedang demam atau alergi. Batuk jenis ini membantu membersihkan tetesan lendir atau iritasi postnasal saat sakit tenggorokan.
  • Batuk berdahak : biasanya disebabkan oleh penyakit pernafasan terkait infeksi bakteri. Infeksi bakteri menyebabkan timbulnya dahak atau lendir (yang mengandung sel darah putih untuk membantu melawan kuman) di saluran pernafasan.

Penyebab Batuk Pada Bayi Dan Anak

Batuk biasanya merupakan gejala infeksi, biasanya disebabkan oleh infeksi virus flu biasa. Selain karena infeksi, bisa juga disebabkan oleh penyebab non-infeksi, misalnya karena asma.

Berikut adalah beberapa situasi yang bisa menyebabkan batuk pada bayi dan anak :

A. Flu biasa

Jika seorang anak kedinginan, ia mungkin akan batuk dan bersin dengan hidung berair atau tersumbat, mata berair, nafsu makan berkurang, pilek dan mungkin demam ringan. Jika bayi atau anak pilek, dahak akan mengumpul ditenggorokan dan memicu refleks batuk.

Baca Juga  Obat Batuk itu Diperlukan Atau Tidak sih?

B. Croup

Croup adalah radang tenggorokan yang terkait dengan infeksi dan menyebabkan kesulitan bernafas. Croup biasanya disebabkan oleh infeksi virus, croup membuat lapisan trakea membengkak dan menutup saluran nafas, itulah sebabnya bayi sulit bernafas. Croup biasanya terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dan sering diawali oleh flu biasa.

Batuk yang disebabkan oleh croup terdengar seperti suara gesekan dan seringkali lebih buruk di malam hari. Croup juga dapat menyebabkan stridor (suara bersiul bernada tinggi) saat anak bernafas.

C. Batuk rejan

Batuk rejan (pertusis) adalah penyakit saluran pernafasan yang sangat menular. Penularannya bisa melalui mulut dan hidung. Batuk rejan ditandai dengan batuk parah yang disertai suara tarikan napas bernada tinggi. Gejala lainnya, sering batuk disertai dengan lidah mencuat, mata menggembung, dan perubahan warna wajah. Pada kebanyakan kasus batuk rejan (pertusis), bayi tidak menunjukkan gejala demam.

D. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi virus atau bakteri di paru-paru yang disebabkan oleh sejumlah kondisi, termasuk flu biasa. Batuk karena pneumonia terdengar basah dan apus. Gejala lainnya, bayi tampak sangat lelah dan akan mengalami batuk yang sangat “produktif”, biasanya dahaknya berwarna hijau dan kuning.

E. Bronchiolitis atau Asma

Baik bronkiolitis maupun asma muncul setelah diawali batuk dan pilek. Asma tidak umum terjadi pada anak di bawah usia 2 tahun, kecuali bayi telah mengalami eksema dan ada riwayat keluarga menderita alergi dan asma. Sebelum bayi dipastikan mengidap asma, gangguan saluran udara bayi yang mengakibatkan mengi disebut sebagai Reactive Airway Disease. (Baca Juga Pengertian Penyakit Asma).

Sebagian besar kasus bronkiolitis pada bayi di bawah usia 1 tahun disebabkan oleh virus pernafasan syncytial (RSV). Virus ini menyebabkan demam ringan pada anak-anak di atas usia 3 tahun, namun dapat menembus paru-paru bayi dan berpotensi mengancam nyawa.

Baca Juga  Asma

Ciri-ciri batuk terkait bronkiolitis atau asma adalah batuk sering disertai dengan mengi. Dalam kasus asma, bayi mungkin akan mengalami gejala flu, mata gatal dan berair. Bronchiolitis biasanya disertai oleh demam ringan dan kehilangan selera makan.

F. Tersedak Benda Kecil

Jika bayi atau anak Anda batuk tanpa disertai gejala penyakit lainnya (seperti pilek, demam, atau kelesuan) atau alergi, patut dicurigai mereka tersedak sesuatu. Batuk akan terdengar tidak terlalu keras (seperti mendehem), terus-menerus atau terengah-engah.

G. Cystic fibrosis

Batuk konstan dengan lendir kuning atau hijau yang tebal merupakan salah satu indikasi kuat bahwa batuk pada bayi atau anak disebabkan oleh Cystic fibrosis. Ciri-ciri lainnya, yaitu pneumonia rekuren dan infeksi sinus.

Bagaimana Cara Mengobati Batuk Pada Bayi dan Anak ?

FDA (badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika serikat) tidak merekomendasikan penggunaan obat batuk pilek (OTC/obat bebas) untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun. Bagi bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, obat-obatan tersebut berisiko menimbulkan efek samping yang serius dan berpotensi mengancam jiwa. (sumber FDA : Batuk dan Pilek Pada Bayi dan Anak Sebagian Besar Tidak Perlu Obat-obatan).

American Academy of Pediatrics menyarankan agar tidak menggunakan obat batuk dan pilek untuk anak di bawah usia 6 tahun karena penelitian telah menunjukkan bahwa obat-obat itu tidak efektif dan berpotensi menimbulkan efek samping yang fatal. Untuk anak-anak berusia 4 – 6 tahun, gunakan obat batuk dan pilek hanya atas rekomendasi dokter.

Anak berusia 6 tahun atau lebih, bisa diberikan obat batuk over the counter (obat yang bisa diperoleh tanpa resep dokter). Pastikan obat batuk itu sesuai untuk usianya dan selalu gunakan sesuai dengan petunjuk. Jangan pernah memberi anak Anda lebih dari satu jenis obat batuk atau pilek di saat yang sama karena berisiko over dosis. (Baca juga Tips memilih Obat batuk)

Baca Juga  Cara Mengobati Batuk Dan Pilek Pada Ibu Hamil

Berikut adalah beberapa cara mengatasi batuk pada bayi atau anak yang bisa dilakukan di rumah :

  • Usahakan bayi atau anak cukup beristirahat.
  • Berikan cairan yang cukup karena asupan cairan yang cukup bisa membantu mengencerkan lendir dan mempermudah untuk batuk. ASI sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Jika anak sudah cukup besar bisa diberikan teh hangat dengan sesendok madu dan lemon. Namun perlu diingat, sebaiknya tidak memberi madu untuk bayi di bawah usia satu tahun, karena berisiko keracunan.
  • Jika batuk disertai demam, Anda bisa menggunakan obat-obat penurun panas seperti Paracetamol atau Ibuprofen. (Baca juga Tips memilih Obat demam Yang Aman Untuk Bayi).
  • Uap panas sangat baik digunakan sebagai cara mengatasi batuk pada bayi Anda. Mandi air panas dan beruap bisa membantu memecah lendir (dahak) sehingga lebih mudah dikeluarkan. Anda bisa memandikan bayi menggunakan air hangat yang sudah ditambahkan menthol, kamper atau kayu putih.

Apakah Bayi perlu Dibawa Ke Dokter ?

Bayi atau anak harus segera dibawa ke dokter jika :

  • Usianya lebih muda dari 3 bulan.
  • Batuknya tidak membaik setelah lima hari.
  • Batuknya memburuk disertai muntah.
  • Bayi menolak menyusu. Hal ini rentan menyebabkan dehidrasi.
  • Suhu tubuhnya naik di atas 38 derajat C (Bayi di bawah usia 3 bulan), dan di atas 39 derajat C (Bayi di bawah usia 6 bulan).
  • Dia mengalami kesulitan bernafas.
  • Dahak berwarna kuning, hijau, atau berdarah.
  • Memiliki penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau paru-paru.
  • Batuk terus-menerus setelah tersedak sesuatu.

Bacaan pendukung :

Meskipun batuk umumnya tidak berbahaya, namun terkadang ini merupakan gejala dari penyakit tertentu misalnya pertusis, atau bahkan TBC. Oleh karena itu setiap orang tua harus selalu waspada dengan cara memperhatikan gejala-gejala batuk yang dialami bayi. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan cara mengobati batuk pada bayi dan anak yang paling sesuai dengan gejalanya, termasuk sesuai dengan kondisi medis lain yang menyertainya.