Carboplatin

Carboplatin adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati berbagai bentuk kanker, terutama kanker ovarium. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kanker paru-paru, kanker kepala dan leher, kanker otak, dan neuroblastoma. Carboplatin adalah obat antineoplastik. Mekanisme aksi obat ini adalah dengan cara mengganggu pertumbuhan sel-sel kanker. Obat ini adalah agen alkilasi yang terikat secara kovalen dengan DNA yang akan memodifikasi siklus sel dengan mengganggu struktur dan fungsi DNA.

Carboplatin kurang manjur dibandingkan dengan cisplatin, yaitu sekitar 1/8 sampai 1/45 saja. Biasanya dibutuhkan empat kali lebih banyak Carboplatin untuk mencapai keefektifan yang sama dengan cisplatin. Namun di sisi lain efek samping Carboplatin lebih ringan dibandingkan cisplatin.

Indikasi

Kegunaan Carboplatin adalah untuk mengobati berbagai bentuk kanker, terutama kanker ovarium. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kanker paru-paru, kanker kepala dan leher, kanker otak, dan neuroblastoma. Obat ini dapat digunakan untuk beberapa jenis kanker testis namun cisplatin umumnya lebih efektif.

Kontra indikasi

  • Jangan digunakan untuk pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif (alergi) terhadap Carboplatin atau senyawa mengandung platinum atau manitol lainnya.
  • Kontraindikasi untuk pasien dengan depresi sumsum tulang berat atau perdarahan yang signifikan.
  • Tumor berdarah.
  • Sedang menggunakan vaksin demam kuning.
  • Kerusakan ginjal (laju filtrasi glomerular <30 mL / menit).
  • Myelosupresi berat.
  • Sebaiknya tidak digunakan oleh wanita hamil atau ibu menyusui.

Efek Samping Carboplatin

Dibandingkan dengan cisplatin, Carboplatin memiliki efek samping yang lebih ringan, terutama hilangnya efek nefrotoksik. Gangguan di saluran pencernaan berupa mual dan muntah juga lebih ringan dan lebih mudah dikendalikan. Meskipun begitu, efek samping Carboplatin tetap harus diwaspadai. Berikut adalah beberapa efek samping Carboplatin yang umum terjadi :

  • Kelemahan utama carboplatin adalah efek samping berupa myelosuppressive (Penekanan sumsum tulang seperti trombositopenia, neutropenia, dan leucopenia). Myelosuppressive menyebabkan produksi sel darah dan trombosit dari sumsum tulang dalam tubuh menurun drastis, kadang-kadang hanya 10% dari tingkat produksi normal. Titik kritis myelosuppressive ini biasanya terjadi 21-28 hari setelah pengobatan pertama, setelah itu tingkat sel darah dan platelet dalam darah mulai stabil. Penurunan jumlah sel darah putih (neutropenia) ini dapat menyebabkan komplikasi, dan kadang kala diobati dengan obat-obatan seperti filgrastim. Komplikasi neutropenia yang paling penting adalah kemungkinan infeksi yang meningkat oleh organisme oportunistik, yang sering menyebabkan dibutuhkannya pengobatan dengan antibiotik.
  • Obat kanker ini juga menyebabkan efek samping berupa anemia.
  • Efek samping pada saluran pencernaan misalnya mual, muntah, sakit perut, diare, konstipasi, dan gangguan selaput lendir.
  • Terjadi penurunan CrCl, penurunan ion Na, K, Ca, dan Mg dalam darah.
  • Peningkatan urea darah, fosfatase alkalin darah, aspartat aminotransferase, LFT abnormal.
  • Infeksi, gangguan pernafasan, penyakit paru interstisial, perdarahan, ototoxicity.
  • Alopecia, kelainan kulit, gangguan muskuloskeletal, astenia, dan gangguan urogenital.
  • Neuropati perifer, parestesia, penurunan refleks osteotendinosa, gangguan penglihatan (termasuk kehilangan penglihatan), gangguan sensoris, dan disgeusia.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : reaksi anafilaksis (misalnya edema wajah, dyspnoea, takikardia, tekanan darah rendah, urtikaria, syok anafilaksis, dan bronkospasme), gangguan cardiovaskular termasuk gagal jantung, emboli dan serebrovaskular.
Baca Juga  Carboplatin DBL 150 mg/15 mL

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan obat Carboplatin ini adalah sebagai berikut :

  • Carboplatin bereaksi dengan Aluminium yang menyebabkan hilangnya keampuhan obat dan membentuk endapan. Jangan gunakan jarum suntik, kateter, set admin intravena yang mengandung Aluminium.
  • Carboplatin juga tidak kompatibel dengan amphotericin B cholesteryl sulfate complex.
  • Carboplatin dapat menurunkan kemampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan masalah perdarahan dan infeksi serius dan bahkan fatal. Jika anda mengalami gejala-gejala infeksi (misalnya demam, kedinginan, sakit tenggorokan), pendarahan yang tidak biasa, atau kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa, segera hubungi dokter anda.
  • Diare serius dan kadang fatal sering terjadi akibat penggunaan Carboplatin. Diare berat bisa menyebabkan dehidrasi, infeksi, atau masalah elektrolit. Segera temui dokter jika menderita diare. Dokter akan memberikan obat diare yang tepat.
  • Carboplatin digunakan sebagai infus oleh dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten.
  • Minum banyak air atau cairan lainnya saat menggunakan obat kanker ini.
  • Carboplatin dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau gangguan penglihatan. Efek samping ini mungkin lebih buruk bagi pengguna alkohol atau obat-obatan tertentu. Jangan mengemudi atau pekerjaan lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Obat ini sering menyebabkan mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan. Berkonsultasilah dengan dokter atau apoteker untuk mengurangi efek samping ini.
  • Jika bengkak terjadi di tempat suntikan, anda bisa mengoleskan es di area tersebut.
  • Carboplatin dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, jangan menggunakan vaksin hidup (misalnya campak, gondok) saat menggunakannya. Hindari kontak dekat dengan siapa saja yang baru saja menerima vaksin hidup. Hindari juga kontak dengan penderita flu atau infeksi. Beritahu dokter jika Anda mengalami tanda-tanda infeksi seperti demam, sakit tenggorokan, ruam, atau kedinginan.
  • Obat kanker ini bisa menyebabkan rambut rontok, namun biasanya tumbuh kembali setelah perawatan.
  • Masalah paru-paru berat dan kadang fatal bisa terjadi saat penggunaan obat kanker ini. Hubungi dokter segera jika mengalami masalah paru-paru seperti masalah pernapasan, sesak napas, atau batuk yang baru atau lebih buruk.
  • Segera beritahukan kepada dokter jika anda mengalami gejala kehilangan cairan atau elektrolit (misalnya kantuk yang tidak biasa, pusing, mulut kering, jarang buang air kecil, lemas, tekanan darah rendah, nyeri otot atau kram, kelemahan otot, denyut jantung cepat, sering haus, gelisah, atau gangguan perut seperti mual dan muntah.
  • Beberapa tes laboratorium, termasuk jumlah sel darah putih, hemoglobin, dan jumlah trombosit, dapat dilakukan saat menggunakan Carboplatin. Tes ini dapat digunakan untuk memantau kondisi pasien atau memeriksa efek samping.
  • Gunakan obat kanker ini dengan hati-hati untuk pasien lanjut usia karena mereka mungkin lebih sensitif terhadap pengaruhnya, terutama risiko diare.
  • Keamanan dan efektivitas obat kanker ini pada anak belum dikonfirmasi. Penggunaan pada anak harus hati-hati.
  • Tidak diketahui apakah obat ini ditemukan pada ASI. Karena banyak obat diekskresikan dalam air susu manusia dan karena potensi reaksi merugikan yang serius pada bayi yang menyusui sebaiknya jangan menggunakan obat ini bila sedang menyusui atau jangan menyusui saat menggunakan obat ini.
Baca Juga  Carboplatin Kalbe

Penggunaan Carboplatin untuk wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Carboplatin kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Carboplatin dapat menyebabkan kerusakan pada janin. Jangan hamil saat menggunakan obat kanker ini. Jika anda positif hamil, segera beritahukan kepada dokter, sebelum menerima penggunaan obat ini. Anda perlu mendiskusikan dengan dokter tentang manfaat dan risiko penggunaan Carboplatin saat hamil.

Interaksi obat

Di bawah ini adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obat diuretik (furosemide, hidroklorotiazid) atau obat pencahar meningkatkan risiko dehidrasi akibat muntah / diare.
  • Efek myelosuppressive bertambah jika digunakan bersamaan dengan agen myelosuppressive lainnya.
  • Peningkatan risiko nefrotoksisitas dan atau ototoxicity jika digunakan bersamaan dengan aminoglikosida atau diuretik.
  • Peningkatan efek imunosupresi dengan risiko lymphoproliferation jika digunakan bersamaan dengan ciclosporin.
  • Peningkatan risiko eksaserbasi kejang jika digunakan dengan fenitoin atau fosphenytoin.
  • Karena Carboplatin menyebabkan penurunan sistem imun, pemberian vaksin hidup selama menggunakan obat kanker ini bisa berbahaya.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : Resiko kematian jika digunakan bersamaan dengan vaksin demam kuning.

Dosis Carboplatin

Carboplatin diberikan dengan dosis sebagai berikut :

Dosis Dewasa untuk pasien kanker ovarium stadium lanjut, kanker paru-paru sel kecil

  • Pasien yang sebelumnya tidak diobati : 400 mg / m2 sebagai infus intravena jangka pendek selama 15-60 menit. Terapi tidak boleh diulang sampai 4 minggu dan atau sampai jumlah neutrofil paling sedikit 2.000 dan jumlah trombosit setidaknya 100.000.
  • Pasien yang sebelumnya diobati dengan terapi myelosuppresive atau pasien dengan status kondisi yang buruk : Kurangi dosis awal 20-25% (300-320 mg / m2).
Baca Juga  Hiramox Syrup

Penyesuaian dosis :

  • CrCl 16-40 mL/min : dosis 200 mg/m2
  • CrCl 41-59 mL/min : dosis rekomendasi 250 mg/m2

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan Carboplatin harus sesuai dengan yang dianjurkan.