Celebrex

Celebrex adalah obat yang digunakan untuk mengobati rasa sakit dan peradangan karena osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, nyeri akut pada orang dewasa, nyeri haid, dan arthritis juvenile rheumatoid. Celebrex termasuk obat nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang bekerja secara selektif pada enzim siklooksigenase (COX-2). Berikut ini adalah informasi lengkap celebrex yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Pfizer

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


celebrex dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 3 x 10 kapsul 100 mg
  • Dos 3 x 10 kapsul 200 mg

kandungan


tiap kemasan celebrex mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Celecoxib 100 mg / kapsul
  • Celecoxib 200 mg / kapsul

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Celecoxib adalah obat yang digunakan untuk mengobati rasa sakit dan peradangan karena osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, nyeri akut pada orang dewasa, nyeri haid, dan arthritis juvenile rheumatoid. Obat ini termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang bekerja secara selektif pada enzim siklooksigenase (COX-2). Celecoxib secara reversibel menghambat transformasi asam arakidonat menjadi prostaglandin prekursor. Aktivitasnya yang selektif pada COX-2 membuatnya memiliki aktivitas sebagai antipiretik, analgesik dan anti inflamasi dan meminimalkan efek samping obat pada saluran pencernaan (misalnya tukak lambung) yang umum terjadi pada penggunaan obat-obat NSAID non selektif (bekerja pada COX-1 dan COX-2).

Indikasi celebrex


Berikut adalah kegunaan celebrex (celecoxib) :

  • Untuk mengobati rasa sakit dan peradangan akibat osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, nyeri akut pada orang dewasa, nyeri haid, dan arthritis juvenile rheumatoid pada anak usia ≥ 2 tahun.
  • Sebagai pereda nyeri pasca operasi, celebrex (celecoxib) memiliki efektivitas yang hampir sama dengan ibuprofen.
  • Celecoxib memiliki efek samping pada saluran pencernaan yang lebih kecil dibandingkan NSAID non selektif. Hal ini membuat obat ini dipilih untuk penggunaan obat pereda nyeri pada orang yang membutuhkan obat secara teratur dan jangka panjang. Pada penggunaan jangka pendek dan untuk orang-orang yang tidak terlalu rentan terhadap efek samping pada saluran pencernaan, penggunaan celecoxib tidak memberikan kelebihan dibandingkan obat-obat NSAID lain. Kecuali jika pasien memiliki reaksi alergi terhadap obat NSAID tertentu.
  • Celecoxib digunakan dalam pengobatan polip turun-temurun di usus besar dan dubur, tetapi tidak diketahui apakah itu menurunkan tingkat kanker, sehingga bukan obat pilihan yang baik untuk tujuan ini.
Baca Juga  Celecoxib

Kontra indikasi


  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap celecoxib.
  • Pasien yang telah menunjukkan reaksi alergi pada sulfonamid, sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan celebrex (celecoxib) atau NSAID lainnya.
  • Tidak boleh diberikan kepada pasien yang menderita asma, urtikaria, atau reaksi alergi lain terhadap aspirin atau NSAID lainnya.
  • Tidak boleh dikombinasikan dengan NSAID lain atau obat-obat kortikosteroid, karena bisa meningkatkan resiko perdarahan saluran pencernaan.
  • Seperti NSAID lainnya, mulai dari 30 minggu kehamilan, celebrex (celecoxib) harus dihindari karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.

Efek Samping celebrex


Berikut adalah beberapa efek samping celebrex (celecoxib) yang mungkin terjadi :

  • efek samping celebrex (celecoxib) yang paling umum adalah timbulnya rasa tidak nyaman pada saluran cerna seperti mual, diare, dan kadang-kadang perdarahan dan tukak serta perforasi lambung atau usus yang bisa berakibat fatal. Meskipun efek samping pada saluran pencernaan obat ini lebih rendah dibandingkan obat NSAID non selektif, pemakaian obat ini pada pasien yang rentan atau sudah memiliki tukak lambung sebelumnya, merokok, atau minum alkohol, sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati. Untuk mencegah hal ini omeprazol, sucralfate, dan cimetidine biasanya digunakan untuk membantu melindungi saluran pencernaan.
  • Efek samping yang serius dapat berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak, sakit tenggorokan dan demam.
  • NSAID termasuk celebrex (celecoxib) dapat menyebabkan peningkatan resiko infark miokardial dan stroke yang bisa berakibat fatal. Resiko ini dapat meningkat jika obat digunakan dalam jangka waktu lama. Gunakan dosis efektif terendah dan durasi waktu terpendek, sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Untuk mengurangi resiko kejadian kardiovaskular, terapi alternatif harus dipertimbangkan untuk pasien berisiko tinggi.
  • Gangguan berat pada organ hati seperti penyakit kuning dan hepatitis, juga dilaporkan terjadi akibat pemakaian NSAID. Jika tes hati yang abnormal menetap atau memburuk, jika tanda-tanda dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati klinis terjadi, atau jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya : eosinofilia, ruam, dan lain – lain), pemakaian obat ini harus dihentikan.
  • Anemia juga dilaporkan terjadi pada pasien yang menggunakan NSAID. Pada pengobatan jangka panjang, kadar hemoglobin dan hematokrit harus diperiksa jika mereka menunjukkan tanda-tanda gejala anemia.
  • Celebrex (celecoxib) adalah obat yang termasuk golongan sulfonamid, waspadai reaksi dermatologis seperti dermatitis eksfoliatif, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal. Pengobatan harus dihentikan jika tanda-tanda seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.
  • Penggunaan jangka panjang NSAID menyebabkan nekrosis papiler ginjal dan kerusakan ginjal lainnya. Pasien yang beresiko paling besar adalah pasien dengan gangguan fungsi ginjal, gagal jantung, disfungsi hati, mereka yang sedang menggunakan diuretik, ACE inhibitor, angiotensin II antagonis reseptor, dan orang tua.
Baca Juga  Moxaxil 500 mg

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan celebrex (celecoxib) adalah sebagai berikut :

  • Celebrex (celecoxib) sebaiknya digunakan setelah makan atau bersama makanan atau susu.
  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang buruk, sedang atau pernah memiliki sakit jantung.
  • Jika pasien menderita hipertensi tekanan darah harus dipantau selama pengobatan.
  • Karena NSAID dapat menyebabkan retensi cairan dan edema, perhatian harus diberikan pada pasien dengan gagal jantung atau yang sudah pernah mengalami retensi cairan.
  • Pasien harus cukup terhidrasi (cukup cairan) sebelum menggunakan celebrex (celecoxib).
  • Celebrex (celecoxib) dapat menyebabkan pusing atau mengantuk, yang akan lebih buruk jika pasien juga mengkonsumsi alkohol. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama pemakaian obat.
  • Penggunaan pada pasien lanjut usia harus lebih hati-hati karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama perdarahan perut dan masalah ginjal.
  • Jumlahnya dalam air susu ibu (ASI) terlalu kecil untuk menimbulkan efek yang membahayakan, namun lebih baik dihindari kecuali sangat dibutuhkan.

Penggunaan celebrex (celecoxib) oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan celecoxib kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Pada trimester akhir (usia kehamilan > 3 minggu) dikategorikan ke dalam kategori D :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia . namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Adanya bukti empiris obat ini memberikan efek buruk pada janin manusia pada trimester akhir masa kehamilan menyebabkan obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu hamil. Pada trimester lain, obat ini juga sebaiknya dihindari kecuali jika obat ini memang sangat dibutuhkan dan keuntungan dari penggunaannya sudah dapat dipastikan.

Baca Juga  Interpril Tablet

interaksi obat


Berikut adalah interaksi celebrex (celecoxib) dengan obat-obat lain :

  • Jangan dikombinasikan dengan NSAID lain atau obat golongan kortikosteroid, karena hal ini meningkatkan resiko perdarahan saluran pencernaan.
  • Resiko yang sama juga terjadi pada penggunaan bersamaan dengan antikoagulan (misalnya warfarin).
  • Sama dengan NSAID lainnya, pemberian bersamaan dengan aspirin umumnya tidak dianjurkan karena potensi efek samping meningkat.
  • Celebrex (celecoxib) dimetabolisme di hati oleh sitokrom P450 2C9. Perhatian harus dilakukan jika digunakan bersamaan dengan P450 2C9 inhibitor, seperti flukonazol, yang dapat meningkatkan kadar celebrex (celecoxib) dalam plasma.
  • Jika digunakan bersamaan dengan lithium, celebrex (celecoxib) meningkatkan kadar lithium dalam plasma.
  • Obat ini dapat meningkatkan resiko gagal ginjal saat diberikan bersamaan dengan ACE-inhibitor, seperti lisinopril, dan diuretik, seperti hydrochlorothiazide. NSAID juga dapat mengurangi efek antihipertensi dari Angiotensin Converting Enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin II antagonis. Interaksi ini harus menjadi pertimbangan jika ingin menggunakan celebrex (celecoxib) bersamaan dengan ACE inhibitor dan angiotensin-II antagonis
  • NSAID dapat mengurangi efek natriuretik furosemide dan tiazid.

Dosis celebrex


celebrex (celecoxib) diberikan dengan dosis :

  • Dosis lazim dewasa sebagai pereda nyeri

200 mg 2 x sehari secara oral sesuai kebutuhan.

  • Dosis lazim dewasa untuk dismenore

200 mg 2 x sehari secara oral sesuai kebutuhan.

  • Dosis lazim dewasa untuk osteoarthritis

200 mg 1 x sehari secara oral atau 100 mg 2 x sehari secara oral.

  • Dosis lazim dewasa untuk rheumatoid arthritis

100 atau 200 mg 2 x sehari secara oral.

  • Dosis lazim dewasa untuk ankylosing spondylitis

200 mg 1 x sehari atau 100 mg 2 x sehari secara oral. Jika setelah 6 minggu tidak memuaskan dosis dapat ditingkatkan sampai maksimal 400 mg / hari dalam dosis terbagi.

  • Dosis lazim pediatric untuk juvenile rheumatoid arthritis (usia ≥ 2 th)

Berat badan 10 kg – 25 kg : 50 mg 2 x sehari secara oral.

Berat badan > 25 kg : 100 mg 2 x sehari secara oral.

Terkait