Cisapride

Cisapride adalah agen gastroprokinetic, yaitu obat yang meningkatkan motilitas pada saluran pencernaan bagian atas. Obat ini adalah serotonin 5-HT4 reseptor agonis sekaligus sebagai parasimpatomimetik. Cisapride bekerja dengan cara menstimulasi reseptor serotonin untuk meningkatkan pelepasan asetilkolin pada pleksus myenteric di usus otot polos. Hal ini meningkatkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah, memperpendek waktu transit lambung, mengurangi refluks esofagus dan membantu penyembuhan ulkus esofagus. Obat ini juga meningkatkan aktivitas usus kecil.

Cisapride meningkatkan kontraksi otot esofagus bagian bawah dan sfingter esofagus bagian bawah. Sfingter esofagus bagian bawah, yang terletak antara kerongkongan dan perut, biasanya mencegah refluks asam dan isi lambung lainnya ke kerongkongan. Pada penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), lemahnya sfingter esofagus bagian bawah memungkinkan refluks asam lambung ke kerongkongan. Hal ini menyebabkan heart burn (mulas) dan esophagitis lambung. (Baca bahaya naiknya asam lambung dan penyakit yang dipicu naiknya asam lambung)

Seperti metoclopramide, Cisapride mengurangi refluks asam lambung dengan cara memperkuat sfingter esofagus bagian bawah, serta kontraksi otot peristaltik esofagus bagian bawah. Kedua obat ini juga mempercepat pengosongan lambung dari makanan padat dan cair ke dalam usus. Cepatnya pengosongan makanan bisa membantu mengurangi refluks asam lambung dan isi lambung lainnya ke kerongkongan.

Sediaan farmasi dari Cisapride adalah campuran rasemat dari kedua enansiomernya. Enansiomer (+) memiliki efek farmakologis utama dan tidak menyebabkan banyak efek samping yang merugikan.

Sediaan yang tersedia biasanya berupa Cisapride 5 mg, 10 mg and 20 mg.

Indikasi

Berikut adalah beberapa kegunaan Cisapride :

  • Cisapride digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan seperti sakit maag dan esophagitis pada penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
  • Mengatasi gangguan motilitas saluran pencernaaan, khususnya gastroparesis.
  • Dapat digunakan juga untuk mengobati non-ulkus dispepsia.
  • Gastroesophageal reflux yang berat pada anak-anak, apabila terapi lain tidak berhasil.

Kontra indikasi

  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap Cisapride.
  • Tidak boleh digunakan untuk pasien dengan perdarahan lambung atau usus, obstruksi mekanik atau perforasi.
  • Di banyak negara, obat yang mengandung Cisapride telah ditarik dari pasaran atau hanya diberikan untuk indikasi yang terbatas karena adanya laporan efek samping berupa sindrom perpanjangan interval QT, yang dapat menyebabkan aritmia jantung yang serius, meliputi ventricular tachycardia, ventricular fibrillation, dan torsades de pointes. Beberapa kasus yang terjadi sangat fatal. Kasus ini bisa terjadi bila :
Baca Juga  Ethiprid 5 mg Tablet

1. Penggunaan Cisapride bersamaan dengan obat lain yang dapat menginhibisi enzim cytochrome P450 3A4. Obat-obat itu misalnya seperti antifungi golongan azole (fluconazole, miconazole, itraconazole, ketoconazole), antibiotik makrolida (erythromycin, clarithromycin), HIV protease inhibitor (indinavir, ritonavir), dan nefazodone.

2. Penggunaan bersamaan dengan obat-obat yang dapat memperpanjang interval QT dan meningkatkan risiko aritmia, seperti obat antiaritmia (kelas IA seperti quinidine dan procainamide; kelas III seperti sotalol), antidepresan trisiklik (amitriptyline), antidepresan tetrasiklik (maprotiline), antipsikotik (phenothiazine), astemizole, dan sparfloxacin.

  • Kontraindikasi untuk neonatus prematur dengan usia kehamilan ≤3 bulan.
  • Kontraindikasi untuk pasien dengan riwayat detak jantung yang tidak teratur, EKG yang abnormal, penyakit jantung, penyakit paru, dehidrasi atau muntah terus-menerus.

Efek Samping Cisapride

Berikut adalah beberapa efek samping Cisapride yang diketahui :

  • Efek samping Cisapride yang umum misalnya, sakit kepala, diare, mual, nyeri perut, borborigmus, sering buang air kecil, dan sembelit.
  • Pusing, muntah, faringitis, nyeri dada, lelah, nyeri punggung, depresi, dehidrasi dan mialgia juga sering terjadi.
  • Efek samping yang jarang misalnya, kejang, tes hati yang abnormal dengan atau tanpa kolestasis, hiperprolaktinemia yang menyebabkan ginekomastia dan galaktorea (<0,1%), convulsive seizure, efek ekstrapiramidal.
  • Efek samping yang terkait dengan reaksi hipersensitivitas misalnya ruam, pruritus, urtikaria, angioedema, bronkospasme. Jika reaksi hipersensitif terjadi, segera hentikan pemakaian obat untuk mencegah kejadian yang lebih parah.
  • Telah dilaporkan menyebabkan efek samping yang berpotensi fatal berupa sindrom perpanjangan interval QT, yang dapat menyebabkan aritmia jantung yang serius, meliputi ventricular tachycardia, ventricular fibrillation, dan torsades de pointes. (Lihat kontraindikasi)

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Lakukan evaluasi penggunaan obat setiap 2 minggu. Dokter akan melakukan evaluasi seksama terutama pada pasien-pasein berikut :
Baca Juga  Pridesia 5

1. Pasien dengan riwayat penyakit jantung termasuk ventricular arrythmia yang serius, atrioventricular block (derajat II atau III), sinus node dysfunction, gagal jantung kongestif, penyakit jantung iskemik.

2. Pasien yang memiliki anggota keluarga yang mengalami kematian mendadak.

3. Pasien dengan gangguan ginjal, terutama dialisis kronis.

4. Pasien yang memiliki penyakit obstruksi paru kronik dan gangguan pernapasan.

5. Pasien dengan faktor risiko mengalami gangguan elektrolit, misalnya pasien yang menggunakan obat-obat diuretik hemat kalium, pasien yang menggunakan insulin pada keadaan akut atau pasien yang sering muntah dan/atau diare yang persisten.

  • Penggunaan Cisapride untuk pasien dimana peningkatan motilitas gastrointestinal dapat membahayakan, harus dilakukan secara hati-hati.
  • Cisapride diekskresikan melalui ASI meskipun dalam jumlah kecil. Mengingat efek buruk yang mungkin terjadi, sebaiknya jangan menyusui saat menggunakan obat ini.
  • Jika tanda-tanda reaksi anafilaksis (misalnya, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah atau tenggorokan) terjadi segera hubungi pihak medis.
  • Obat ini menyebabkan pusing. Jangan mengemudi atau menjalankan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Penggunaan Cisapride untuk wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Cisapride kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat ini oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter. Selalu pertimbangkan besarnya manfaat dibandingkan risiko obat ini terhadap janin.

Baca Juga  Ultiran

Interaksi obat

Berikut adalah efek yang terjadi jika Cisapride digunakan dengan obat-obat lain :

  • Cisapride meningkatkan efek sedatif benzodiazepin, diazepam (Valium) dan alkohol.
  • Meningkatkan protrombin time pada pasien yang menggunakan antikoagulan (Coumadin). Waktu koagulasi/ protrombin time perlu dipantau untuk menghindari antikoagulasi dan risiko perdarahan yang berlebihan.
  • Obat antikolinergik dan Cisapride bersifat antagonis terhadap efek motilitas saluran cerna Cisapride.
  • Cisapride meningkatkan penyerapan cimetidine dan ranitidine. Di sisi lain cimetidine dan ranitidine juga juga akan meningkatkan kadar puncak plasma dan biovailabilitas cisapride.
  • Jus jeruk meningkatkan bioavailabilitas cisapride, hindari penggunaan bersamaan.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat yang menginhibisi enzim cytochrome P450 3A4. Obat-obat itu misalnya seperti antifungi golongan azole (fluconazole, miconazole, itraconazole, ketoconazole), antibiotik makrolida (erythromycin, clarithromycin), HIV protease inhibitor (indinavir, ritonavir), dan nefazodone.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat-obat yang dapat memperpanjang interval QT dan meningkatkan risiko aritmia, seperti obat antiaritmia (kelas IA seperti quinidine dan procainamide; kelas III seperti sotalol), antidepresan trisiklik (amitriptyline), antidepresan tetrasiklik (maprotiline), antipsikotik (phenothiazine), astemizole, dan sparfloxacin.

Dosis Cisapride

Cisapride diberikan dengan dosis :

  • Dewasa :

Dosis awal: 5 mg, 3-4 x sehari.

Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimum 40 mg/hari, dalam 3-4 x pemberian.

  • Anak-anak :

Dosis awal: 0,2 mg/kg BB, 3-4 x sehari.

Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimum 0,8 mg/kg BB/hari dan tidak melebihi 20 mg/hari.
Dosis untuk anak sebaiknya tidak melebihi 5 mg setiap kali minum.

Note :

  • Kurangi dosis awal pada pasien dengan gangguan ginjal.
  • Kurangi dosis menjadi ½ pada pasien dengan gangguan hati.
  • Obat digunakan waktu perut kosong, kira-kira 15 menit sebelum makan. Hindari jus jeruk.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan Cisapride harus sesuai dengan yang dianjurkan.