Benzasil-Cl (Obat Jerawat Topikal)

Benzasil-Cl adalah obat antibiotik topikal untuk mengobati jerawat yang parah pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 12 tahun. Benzasil-Cl mengandung kombinasi Clindamycin (antibiotik golongan lincosamida semisintetik yang terutama bersifat bakteriostatik) dan Benzoyl peroxide (senyawa yang memiliki efek keratolitik ringan dan aktivitas antimikroba terkait dengan efek pengoksidasiannya). Keduanya aktif terhadap kuman Propionibacterium acnes, organisme yang berhubungan dengan akne vulgaris (jerawat).

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Benzasil-Cl yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

First Medifarma

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Benzasil-Cl dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dus, pot plastik @ 10 g,¬†gel 50/12 mg per g

Kandungan

Benzasil-Cl mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Clindamycin Phosphate 1%
  • Benzoyl peroxide 5%

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Clindamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob atau bakteri aerob gram positif yang rentan. Antibiotik ini digunakan pada infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pencernaan, septikemia, infeksi ginekologis, infeksi tulang dan persendian, infeksi mulut, juga terapi toksoplasmik ensefalitis pada pasien dengan AIDS (kombinasi bersama pirimetamin). Antibiotik ini menjadi pilihan jika pasien mempunyai riwayat alergi antibiotik golongan penicillin.

Clindamycin adalah antibiotik golongan lincosamida semisintetik yang terutama bersifat bakteriostatik namun mungkin juga bersifat bakterisidal, tergantung pada konsentrasi obat, lokasi infeksi, dan organisme penginfeksi. Mekanisme aksi antibiotik ini adalah dengan cara menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat secara reversibel subunit ribosom 50S, sehingga menghalangi reaksi transpeptidasi atau translokasi organisme yang rentan yang mengakibatkan pertumbuhan sel terhambat.

Studi in-vitro menunjukkan bahwa Clindamycin aktif terhadap kultur Propionibacterium acnes. Asam lemak bebas pada permukaan kulit menurun dari sekitar 14% menjadi 2% setelah aplikasi Clindamycin.

Clindamycin umumnya digunakan berupa garamnya, yaitu clindamycin hydrochloride. Bisa digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan Benzoyl peroxide, suatu senyawa yang mempunyai efek keratolitik ringan dan aktivitas antimikroba yang terkait dengan efek pengoksidasiannya. Kombinasi 2 zat aktif ini efektif melawan Propionibacterium acnes, organisme penyebab acne vulgaris (jerawat).

Clindamycin diserap melalui kulit sekitar 4-5%, sedangkan Benzoyl peroxide diserap sekitar 5% diserap melalui kulit.

Indikasi

Kegunaan Benzasil-Cl adalah untuk aplikasi topikal/obat luar dalam perawatan acne vulgaris/jerawat parah pada penderita 12 tahun keatas. Tidak dianjurkan menggunakan obat jerawat ini pada kasus jerawat ringan.

Baca Juga  Mediklin TR Gel

Kontraindikasi

  • Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi obat clindamycin, lincomycin, atau benzoyl peroxide.
  • Kontraindikasi untuk pasien dengan riwayat enteritis regional atau kolitis ulserativa.
  • Kontraindikasi untuk pasien dengan riwayat kolitis terkait antibiotik.

Efek Samping Benzasil-Cl

Berikut adalah efek samping Benzasil-Cl :

  • Efek samping Benzasil-Cl yang umum terjadi, misalnya sensasi seperti terbakar, gatal, kulit kering, eritema, kulit berminyak, mengelupas, iritasi dermatologis, Gram folliculitis negatif, gangguan pencernaan dan sakit perut.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Clostridium difficile-associated diarrhea (CDAD) atau kolitis pseudomembran, kram perut parah, BAB berdarah dan berlendir dan nekrolisis epidermal toksik.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan obat Benzasil-Cl adalah sebagai berikut :

  • Clindamycin yang diberikan secara topikal dapat diserap dari permukaan kulit. Oleh karena itu sama dengan pemberian Clindamycin oral, Benzasil-Cl menyebabkan perubahan flora normal usus besar, yang menyebabkan pertumbuhan berlebih Clostridium difficile. Hal ini rentan menyebabkan diare, mulai diare ringan sampai kolitis fatal. Oleh karena sebab ini, penggunaan antibiotik Benzasil-Cl harus benar-benar untuk kasus infeksi serius yang telah ditetapkan. Jika diare terjadi hindari penggunaan obat diare, segera hubungi dokter.
  • Penggunaan Benzasil-Cl pada pasien dengan riwayat penyakit gastrointestinal, terutama kolitis harus dilakukan secara hati-hati.
  • Benzasil-Cl harus digunakan secara hati-hati pada individu atopik (yang menunjukkan suatu bentuk alergi dimana reaksi hipersensitivitas seperti dermatitis atau asma dapat terjadi di bagian tubuh yang tidak bersentuhan dengan alergen).
  • Keamanan dan efektivitas pada pasien anak di bawah 12 tahun belum ditetapkan.
  • Penggunaan Benzasil-Cl dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih organisme nonsusceptible – terutama ragi. Jika terjadi superinfeksi, hubungi dokter.
  • Clindamycin diekskresikan dalam ASI, oleh karena itu penggunaannya harus mempertimbangkan pentingnya obat tersebut kepada ibu dan efek buruknya terhadap bayi. Berkonsultasilah dengan dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
  • Hindari paparan sinar matahari yang tidak perlu.
  • Jika iritasi atau dermatitis terjadi, hentikan pengobatan.
Baca Juga  Acuatim cream 10 g

Penggunaan obat Benzasil-Cl untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Clindamycin kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Sedangkan kombinasi Clindamycin + Benzoyl peroxide masuk kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung Clindamycin + Benzoyl peroxide untuk ibu hamil harus selalu dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi obat

Benzasil-Cl berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Clindamycin telah terbukti memiliki sifat penghambat neuromuskular yang dapat meningkatkan efek terapetik obat-obat penghambat neuromuskular lainnya (misalnya atracurium). Oleh karena itu, harus digunakan dengan hati-hati pada pasien yang menggunakan obat-obat tersebut.
  • Secara in vitro terdapat sifat antagonisme antara Clindamycin dan erythromycin. Oleh karena itu, kedua obat ini tidak boleh diberikan secara bersamaan.
  • Antagonis terhadap efek obat-obat parasympathomimetik.
  • Secara kompetitif menghambat efek obat golongan macrolide, ketolide, streptogramin, linezolid dan chloramphenicol.
  • Benzoyl peroxide dapat menyebabkan perubahan warna pada kulit dan bulu/rambut pada muka jika digunakan bersamaan dengan sediaan sulfida topikal.
  • Dapat menyebabkan iritasi kumulatif atau dermatitis jika digunakan bersamaan dengan obat jerawat topikal lainnya (misalnya tretinoin, isotretinoin, tazaroten).

Dosis Benzasil-Cl

Benzasil-Cl diberikan dengan dosis :

Dosis dewasa dan anak > 12 tahun

  • 1 x sehari. Oleskan merata di area kulit yang terkena dampak setelah kulit dicuci dengan sabun dan dibiarkan mengering. Pengobatan dilakukan pada malam hari.
  • Maksimal : pemakaian selama 12 minggu terus menerus.
Baca Juga  Clidacor Gel (Obat Jerawat)

Note

  • Jika tidak ada perbaikan setelah 6 – 8 minggu atau jika kondisinya menjadi lebih buruk, pengobatan harus dihentikan.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Benzasil-Cl

  • Diare adalah masalah umum yang disebabkan oleh antibiotik yang biasanya berakhir saat antibiotik dihentikan. Terkadang setelah memulai pengobatan dengan antibiotik, pasien dapat mengalami diare dan BAB berdarah (dengan atau tanpa kram perut dan demam) bahkan sampai dua bulan atau lebih setelah minum antibiotik dosis terakhir. Jika ini terjadi, pasien harus menghubungi dokter sesegera mungkin.
  • Buang semua sisa obat Benzasil-Cl yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan gunakan obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat Benzasil-Cl sesuai dengan aturan. Jangan gunakan obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.
  • Clindamycin topikal hanya untuk digunakan pada kulit. Jangan gunakan obat ini pada luka terbuka atau kulit yang terbakar matahari, berjemur, kering, pecah-pecah, atau teriritasi. Jika obat ini masuk ke mata, hidung, mulut, rektum, atau vagina, bilas dengan air.
  • Clindamycin topikal biasanya dioleskan 1 x sehari hari. Ikuti instruksi dokter.
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat ini.
  • Mungkin perlu waktu hingga beberapa minggu sebelum gejala membaik. Terus gunakan obat sesuai petunjuk dan beritahu dokter jika gejala tidak membaik atau jika memburuk.
  • Jangan gunakan produk obat kulit lain kecuali jika dokter meresepkannya. Hindari penggunaan produk kulit yang bisa menyebabkan iritasi.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Benzasil-Cl harus sesuai dengan yang dianjurkan.