Anerocid 300 mg Kapsul

Anerocid adalah obat antibiotik untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob atau bakteri aerob gram positif yang rentan. Anerocid mengandung Clindamycin, antibiotik golongan lincosamida semisintetik yang terutama bersifat bakteriostatik.

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Anerocid yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

Ferron Pharma

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Anerocid dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Box 3 x 10 kapsul

Kandungan

Anerocid mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Clindamycin HCl 300 mg/Kapsul

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Clindamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob atau bakteri aerob gram positif yang rentan. Antibiotik ini digunakan pada infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pencernaan, septikemia, infeksi ginekologis, infeksi tulang dan persendian, infeksi mulut, juga terapi toksoplasmik ensefalitis pada pasien dengan AIDS (kombinasi bersama pirimetamin). Antibiotik ini menjadi pilihan jika pasien mempunyai riwayat alergi antibiotik golongan penicillin.

Clindamycin adalah antibiotik golongan lincosamida semisintetik yang terutama bersifat bakteriostatik namun mungkin juga bersifat bakterisidal, tergantung pada konsentrasi obat, lokasi infeksi, dan organisme penginfeksi. Mekanisme aksi antibiotik ini adalah dengan cara menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat secara reversibel subunit ribosom 50S, sehingga menghalangi reaksi transpeptidasi atau translokasi organisme yang rentan yang mengakibatkan pertumbuhan sel terhambat.

Indikasi

Kegunaan Anerocid (Clindamycin) adalah untuk mengobati infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob atau bakteri aerob gram positif yang rentan.

  • Bakteri anaerob : infeksi saluran pernafasan serius seperti emfisema, pneumonitis anaerob, dan abses paru, infeksi kulit dan jaringan lunak yang serius, septisemia, infeksi intra-abdomen seperti peritonitis dan abses intra-abdomen (biasanya berasal dari organisme anaerob yang sudah ada di saluran pencernaan normal), infeksi panggul perempuan dan saluran genital seperti endometritis, abses tubo-ovarium nongonococcal, selulitis pelvis, dan infeksi kista vagina pascaoperasi.
  • Bakteri strain Streptococci : infeksi saluran pernapasan yang serius, infeksi kulit dan jaringan lunak yang serius.
  • Staphylococci : infeksi saluran pernapasan yang serius, infeksi kulit dan jaringan lunak yang serius.
  • Pneumococci : Infeksi saluran pernafasan yang serius.

Anerocid (Clindamycin) bisa dipilih sebagai obat alternatif untuk pasien alergi penicillin.

Kontraindikasi

  • Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi obat Clindamycin hydrochloride atau lincomycin.

Efek Samping Anerocid

Berikut adalah efek samping Anerocid (Clindamycin) :

  • Efek samping Anerocid (Clindamycin) yang umum terjadi, misalnya kolitis pseudomembran, diare, nyeri abdomen, gangguan pada tes fungsi hati, dan ruam makulopapular.
  • Efek samping yang lebih jarang misalnya eosinofilia, dysgeusia, hipotensi, cardiorespiratory arrest, mual, muntah, urtikaria, eritema multiforme, poliartritis, dan pruritus.
  • Ada sedikit laporan efek samping obat yang mengandung Clindamycin berupa agranulositosis, leukopenia, neutropenia, trombositopenia, reaksi anafilaktik, Drug reaction with eoshiphilia and systemic symptoms (DRESS), esofagitis, ulkus esofagus, ikterus, nekrolisis epidermal toksis, sindroma Steven Johnson, dermatitis eksfoliatif, dermatitis bulosa, infeksi vagina, dan Acute Generalised Exanthematous Pustulosis (AGEP).
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Clostridium difficile-associated diarrhea (CDAD) atau kolitis pseudomembran, dan nekrolisis epidermal toksik.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan obat Anerocid (Clindamycin) adalah sebagai berikut :

  • Semua obat antibiotik termasuk Anerocid (Clindamycin) menyebabkan perubahan flora normal usus besar, yang menyebabkan pertumbuhan berlebih Clostridium difficile. Hal ini rentan menyebabkan diare, mulai diare ringan sampai kolitis fatal. Oleh karena sebab ini, penggunaan antibiotik Anerocid (Clindamycin) harus benar-benar untuk kasus infeksi serius yang telah ditetapkan. Sebelum menggunakan antibiotik ini bisa dipertimbangkan untuk menggunakan antibiotik alternatif misalnya, erythromycin. Jika diare terjadi hindari penggunaan obat diare, segera hubungi dokter.
  • Semua antibiotik termasuk Anerocid (Clindamycin) tidak boleh digunakan pada pasien infeksi non bakteri seperti kebanyakan infeksi saluran pernafasan bagian atas. Karena infeksi saluran pernafasan bagian atas umumnya disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik tidak bisa membunuh virus.
  • Penggunaan Anerocid (Clindamycin) pada pasien dengan riwayat penyakit gastrointestinal, terutama kolitis harus dilakukan secara hati-hati.
  • Pertimbangkan penurunan dosis pada pasien dengan gangguan hati atau ginjal, karena pada pasien ini kadar dalam plasma meningkat. Jika antibiotik ini digunakan jangka panjang lakukan tes fungsi hati dan ginjal secara berkala.
  • Penggunaan antibiotik ini pada pasien lansia harus dilakukan dengan hati-hati. Lakukan monitoring secara hati-hati untuk mengamati perubahan frekuensi usus.
  • Anerocid (Clindamycin) harus digunakan secara hati-hati pada individu atopik (yang menunjukkan suatu bentuk alergi dimana reaksi hipersensitivitas seperti dermatitis atau asma dapat terjadi di bagian tubuh yang tidak bersentuhan dengan alergen).
  • Penggunaan Anerocid (Clindamycin) dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih organisme nonsusceptible – terutama ragi. Jika terjadi superinfeksi, hubungi dokter.
  • Karena Anerocid (Clindamycin) tidak terdistribusi secara memadai ke cairan serebrospinal, obat antibiotik ini seharusnya tidak digunakan dalam pengobatan meningitis.
  • Anerocid (Clindamycin) diekskresikan dalam ASI, oleh karena itu penggunaannya harus mempertimbangkan pentingnya obat tersebut kepada ibu dan efek buruknya terhadap bayi. Berkonsultasilah dengan dokter.
  • Bila Anerocid (Clindamycin) diberikan pada bayi, pemantauan yang tepat terhadap fungsi sistem organ sangat dibutuhkan.
  • Jika terjadi reaksi alergi, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Penggunaan obat Anerocid untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Clindamycin kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat Anerocid untuk ibu hamil tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Interaksi obat

Anerocid (Clindamycin) berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Clindamycin telah terbukti memiliki sifat penghambat neuromuskular yang dapat meningkatkan efek terapetik obat-obat penghambat neuromuskular lainnya (misalny atracurium). Oleh karena itu, harus digunakan dengan hati-hati pada pasien yang menggunakan obat-obat tersebut.
  • Secara in vitro terdapat sifat antagonisme antara Clindamycin dan erythromycin. Oleh karena itu, kedua obat ini tidak boleh diberikan secara bersamaan.
  • Antagonis terhadap efek obat-obat parasympathomimetik.
  • Secara kompetitif menghambat efek obat golongan macrolide, ketolide, streptogramin, linezolid dan chloramphenicol.
  • Tes koagulasi meningkat (antagonis prothrombin / INR) dan / atau perdarahan dengan antagonis K (misalnya warfarin, acenocoumarol, fluindione).

Dosis Anerocid

Anerocid (Clindamycin) diberikan dengan dosis :

Dosis dewasa

  • Infeksi serius : 150-300 mg setiap 6 jam.
  • Infeksi yang lebih serius : 300-450 mg tiap 6 jam.

Note :

  • Minum dengan segelas air.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Anerocid

  • Anerocid (Clindamycin) hanya boleh digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Obat ini tidak mengobati infeksi virus (misalnya, Flu biasa).
  • Pengobatan harus dilakukan sesuai anjuran dokter. Melewati dosis atau tidak menyelesaikan keseluruhan terapi, bisa mengurangi keefektifan pengobatan dan meningkatkan terjadinya potensi resistensi antibiotik.
  • Diare adalah masalah umum yang disebabkan oleh antibiotik yang biasanya berakhir saat antibiotik dihentikan. Terkadang setelah memulai pengobatan dengan antibiotik, pasien dapat mengalami diare dan BAB berdarah (dengan atau tanpa kram perut dan demam) bahkan sampai dua bulan atau lebih setelah minum antibiotik dosis terakhir. Jika ini terjadi, pasien harus menghubungi dokter sesegera mungkin.
  • Buang semua sisa obat Anerocid (Clindamycin) yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat Anerocid (Clindamycin) sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Anerocid (Clindamycin) harus sesuai dengan yang dianjurkan.