Flamar eye drops

Flamar eye drops adalah obat tetes mata yang digunakan untuk mengobati radang nonbacterial akut dan kronis pada bagian anterior mata. Flamar eye drops juga digunakan sebagai anti inflamasi/peradangan pasca operasi setelah ekstraksi katarak.

Flamar eye drops mengandung zat aktif Diclofenac, obat yang termasuk golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID).

Berikut adalah informasi lengkap Flamar eye drops yang disertai tautan merk-merk obat lain yang mengandung zat aktif yang sama.

Pabrik

Sanbe Farma

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Flamar eye drops dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol 5 mL tetes mata

Kandungan

Tiap kemasan Flamar eye drops mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Natrium diclofenac 1 mg / mL tetes mata

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Diclofenac adalah nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) dengan nama kimia 2- (2,6-dichloranilino) asam fenilasetat. Cara kerja Diclofenac adalah menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Obat ini biasanya diberikan dalam bentuk garamnya, berupa natrium diclofenac atau kalium diclofenac dan berupa Diclofenac diethylamine (jika diberikan secara topikal / dioleskan). Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter,  meski di beberapa negara telah disetujui untuk bisa diperoleh secara bebas (tanpa resep) untuk penggunaan yang terbatas pada nyeri ringan dan demam yang disebabkan oleh infeksi umum. Dalam sediaan topikal, Diclofenac dijual secara bebas dalam jumlah terbatas.

Indikasi

Kegunaan Flamar eye drops (Diclofenac) adalah untuk mengobati radang nonbacterial akut dan kronis pada bagian anterior mata. Flamar eye drops juga digunakan sebagai anti inflamasi/peradangan pasca operasi setelah ekstraksi katarak.

Kontra indikasi

  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap Diclofenac, riwayat reaksi alergi (bronkospasme, shock, rhinitis, urtikaria) setelah penggunaan aspirin atau NSAID lainnya (misalnya, ibuprofen, celecoxib).
  • Sebaiknya tidak menggunakan Flamar eye drops (Diclofenac) saat memakai lensa kotak/softlense.

Efek Samping Flamar eye drops

Berikut adalah beberapa efek samping Flamar eye drops (Diclofenac) yang diketahui :

  • Efek samping Flamar eye drops (Diclofenac) yang umum misalnya, sensai terbakar dan menyengat, namun efek samping ini bersifat sementara.
  • Obat tetes mata ini juga bisa menyebabkan tekanan intra okular tinggi.
  • Efek samping lain misalnya muntah, mual, gatal-gatal, mata kemerahan, keratitis punctata, midriasis, dan penglihatan kabur yang bersifat sementara.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan Flamar eye drops (Diclofenac) adalah sebagai berikut :

  • Hati-hati menggunakan obat tetes mata ini untuk pasien yang sering mengalami kecenderungan perdarahan.
  • Jika terdapat infeksi, penggunaan obat ini dilakukan secara hati-hati. Jika diperlukan bisa digunakan obat yang mengandung anti infeksi mata.
  • Meskipun belum diketahui seberapa besar obat yang masuk ke sistem jika digunakan pada sediaan tetes mata, obat-obat yang mengandung diclofenac harus digunakan secara hati-hati pada wanita hamil terutama pada semester akhir kehamilan.
  • Belum diketahui apakah Diclofenac diekskresikan melalui ASI. Tetapi mengingat efek yang buruk obat ini terhadap anak-anak sebaiknya jangan menyusui saat menggunakan obat ini.
  • Jika tanda-tanda reaksi anafilaksis (misalnya, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah atau tenggorokan) terjadi segera hubungi pihak medis.

Penggunaan Flamar eye drops untuk wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Diclofenac kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat ini oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Flamar eye drops jika diberikan pada wanita hamil terutama pada trimester akhir, harus dilakukan secara hati-hati. Hal ini karena diclofenac dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.

Interaksi obat

Berikut adalah efek yang terjadi jika obat-obat yang mengandung Diclofenac digunakan dengan obat-obat lain :

  • Antikoagulan (misalnya, warfarin), aspirin, kortikosteroid (misalnya prednisone), heparin, atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya, fluoxetine) : resiko perdarahan lambung meningkat.
  • Siklosporin, lithium, methotrexate, kuinolon (misalnya, ciprofloxacin), atau sulfonilurea (misalnya, glipizide) : efek samping obat-obat ini meningkat.
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor  (misalnya, captopril, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide) : efektivitas obat-obat ini menurun.

Dosis Flamar eye drops

Flamar eye drops (Diclofenac) diberikan dengan dosis :

  • Gunakan 1 tetes 3 x sehari segera setelah operasi.
  • Dosis pemeliharaan : 1 tetes 3-5 x

dosis selengkapnya lihat di diclofenac.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan Flamar eye drops harus sesuai dengan yang dianjurkan.