Doxorubicin

Doxorubicin adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati berbagai bentuk kanker, misalnya kanker payudara, kanker kandung kemih, sarkoma Kaposi, limfoma, dan leukemia limfositik akut. Obat Doxorubicin sering digunakan bersamaan dengan agen kemoterapi lainnya. Obat kanker ini diberikan dengan cara injeksi ke dalam pembuluh darah.

Doxorubicin termasuk obat golongan cytotoxic anthracycline antibiotic. Efek sitotoksik obat kanker ini dikarenakan ikatannya dengan DNA dan penghambatan sintesis asam nukleat. Doxorubicin berinteraksi dengan DNA melalui interkalasi dan penghambatan biosintesis makromolekul. Hal ini akan menghambat perkembangan topoisomerase II, enzim yang melemaskan superkoil dalam proses transkripsi DNA. Doxorubicin menstabilkan kompleks topoisomerase II setelah memecahkan rantai DNA, mencegah heliks ganda DNA tersusun kembali dan dengan demikian menghentikan proses replikasi. Hal ini juga dapat meningkatkan produksi radikal bebas tipe quinone, sehingga berkontribusi terhadap sitotoksisitasnya.

Obat kanker ini mampu terdistribusi ke dalam jaringan termasuk paru-paru, hati, jantung, limpa dan ginjal. Mampu melintasi plasenta dan bisa memasuki air susu ibu.

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Doxorubicin dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Vial injection 10 mg/5 mL
  • Vial injection 50 mg/25 mL

Indikasi

Kegunaan Doxorubicin adalah untuk mengobati leukemia dan limfoma Hodgkin, serta kanker kandung kemih, kanker payudara, perut, paru-paru, tiroid, sarkoma jaringan lunak, multiple myeloma, dan kanker lainnya. (Baca penjelasan lengkap kanker payudara).

Digunakan juga dalam terapi pengobatan kanker ovarium dimana penyakit ini telah berkembang atau kambuh setelah kemoterapi berbasis platinum, atau untuk pengobatan sarkoma Kaposi terkait AIDS.

Doxorubicin biasanya digunakan dalam kombinasi dengan obat kanker lain seperti Vinblastine, cyclophosphamide, hydroxydaunorubicin, vincristine, prednisone, atau 5-fluorouracil.

Kontraindikasi

  • Jangan digunakan untuk pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif/alergi obat Doxorubicin atau obat golongan anthracyclines/anthracenodiones lain, dan obat-obat hidroksibenzoat.
  • Kontraindikasi untuk pasien dengan penyakit jantung (aritmia berat, insufisiensi miokard, atrofi jantung), neonatus, ibu hamil dan ibu menyusui, atau pernah diterapi dengan mediastinum.
  • Tidak boleh diberikan secara IM / SC.
  • Kontraindikasi untuk pasien yang mengalami myelosupresi atau stomatitis berat akibat pengobatan sebelumnya dengan agen antitumour atau radioterapi.
  • Tidak boleh digunakan untuk pasien yang sebelumnya sudah diobati dengan dosis kumulatif doxorubicin atau daunorubicin.
  • Kontraindikasi jika pasien menderita infeksi umum.
  • Kontraindikasi untuk penderita gangguan hati parah, dan baseline neutrophil count <1,500 cells/mm3.

Efek Samping Doxorubicin

Berikut adalah beberapa efek samping Doxorubicin yang umum terjadi :

  • Efek samping yang paling berbahaya adalah kardiomiopati dilatasi, yang menyebabkan gagal jantung kongestif. Tingkat keparahan kardiomiopati tergantung pada dosis kumulatifnya.
  • Efek samping lain adalah typhlitis, dan infeksi usus besar.
  • Pada beberapa pasien dapat terjadi palmar-plantar erythrodysesthesia atau hand-foot syndrome, yang ditandai dengan erupsi kulit di telapak tangan atau telapak kaki, bengkak, nyeri, dan eritema. Karena efek samping ini yang ditandai adanya warna merah pada kulit dan tangan, Doxorubicin telah mendapatkan julukan “red devil” atau “red death”.
  • Kemoterapi dapat menyebabkan reaktivasi hepatitis B, tidak terkecuali rejimen yang mengandung Doxorubicin.
  • Doxorubicin dan beberapa obat kemoterapi (termasuk cyclophosphamide) menyebabkan dispigmentasi.
  • Efek samping umum lainnya misalnya leukopenia, trombositopenia, mual, muntah, dan diare.
  • Efek samping yang lebih jarang seperti terjadi pembilasan wajah, ruam, atau alopesia.
  • Kadang juga terjadi penglihatan kabur, sakit kepala, kejang, parestesia, bingung, malaise, lesu, dan pigmentasi kulit.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Penekanan sumsum tulang, kardiotoksisitas.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien jika menggunakan obat Doxorubicin ini adalah sebagai berikut :

  • Obat kanker ini hanya digunakan dengan cara intravena saja. jangan menyuntikkan secara IM atau SC.
  • Evaluasi fungsi hati, parameter hematologis, fungsi jantung, sebelum dan sesudah perawatan.
  • Lakukan pemantauan kadar asam urat dalam darah.
  • Doxorubicin dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang parah, termasuk kulit dan otot jika bocor dari pembuluh darah. Segera beritahu dokter jika terjadi kemerahan, rasa terbakar, sakit, bengkak, lecet atau luka, atau bocornya cairan di atau sekitar tempat suntikan.
  • Doxorubicin dapat menyebabkan masalah jantung yang parah dan mungkin mengancam jiwa (misalnya, gagal jantung). Masalah ini mungkin terjadi selama terapi atau kadang-kadang berbulan-bulan sampai bertahun-tahun setelah penggunaan obat. Resiko dapat meningkat jika pasien juga menggunakan obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi fungsi jantung (misalnya trastuzumab), atau memiliki riwayat masalah jantung, pengobatan radiasi ke area dada, atau terapi sebelumnya dengan obat golongan anthracyclines lainnya (misalnya epirubicin). Risiko terjadinya masalah jantung bervariasi tergantung pada dosis dan kondisi pasien. Segera beritahu dokter jika Anda menderita batuk, detak jantung cepat, sesak napas, kenaikan berat badan yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, pembengkakan tangan, pergelangan kaki, atau kelelahan/kelemahan yang tidak biasa.
  • Telah dilaporkan munculnya kanker tipe lain (misalnya, acute myelogenous leukemia [AML]) dan masalah darah tertentu (myelodysplastic syndrome [MDS]) pada pasien yang diobati dengan obat golongan anthracyclines. Resiko bervariasi tergantung pada dosis dan obat-obatan dan / atau terapi radiasi lainnya.
  • Doxorubicin dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah dan kadang mematikan (misalnya, infeksi dan pendarahan). Segera beritahu dokter jika Anda mudah memar atau berdarah, kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa, atau tanda-tanda infeksi (misalnya demam, kedinginan, atau sakit tenggorokan yang terus-menerus).
  • Meskipun Doxorubicin termasuk obat golongan cytotoxic anthracycline antibiotic, obat ini bukan agen anti-mikroba.
  • Doxorubicin bersifat emetigenik (menyebabkan mual muntah). Penggunaan antiemetik profilaksis harus dipertimbangkan sebelum pemberian obat kanker ini, terutama bila diberikan bersamaan dengan obat bersifat emetigenik lainnya.
  • Tidak boleh diberikan dalam kombinasi dengan agen kardiotoksik lainnya kecuali fungsi jantung pasien dipantau secara ketat.
  • Obat kanker ini bisa memasuki air susu ibu. Sebaiknya tidak menggunakan Doxorubicin untuk ibu menyusui.

Penggunaan Obat Doxorubicin untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Doxorubicin kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Doxorubicin mampu melintasi sawar plasenta. Penelitian pada hewan menunjukkan bukti embriotoksisitas dan teratogenisitas. Meskipun data yang terkontrol pada penelitian kehamilan manusia tidak tersedia, beberapa kasus cacat lahir diketahui terkait dengan penggunaan obat kanker ini. Penggunaan Doxorubicin untuk ibu hamil hanya boleh dilakukan jika tidak ada alternatif lain atau sudah dipastikan manfaatnya lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi.

Interaksi obat

Di bawah ini adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Obat kanker ini berinteraksi dengan sejumlah obat lain misalnya antibiotik (aminoglikosida), steroid, aminofilin dan propranolol.
  • Berpotensi Fatal : Dapat meningkatkan kolestasis yang diinduksi oleh mercaptopurine. Obat kanker ini juga meningkatkan toksisitas streptozocin.

Dosis Doxorubicin

Obat Doxorubicin diberikan dengan dosis berikut :

  • Kanker payudara metastatik

Dosis dewasa : 60-75 mg / m2 BSA (body surface area) setiap 3 minggu dalam kombinasi dengan cyclophosphamide diberikan sebagai infus intravena selama 1 jam yang diencerkan dalam natrium klorida 0,9% atau glukosa 5%.

  • Sarkoma Kaposi terkait AIDS

Dosis dewasa : Sebagai liposom pegilasi : 20 mg / m2 BSA secara infus intravena dalam 30 menit, diberikan 1 x setiap 2-3 minggu.

  • Kanker ovarium

Dosis dewasa: Sebagai liposom pegilasi : 50 mg / m2 BSA secara infus intravena selama 1 jam, diberikan 1 x setiap 4 minggu.

  • Neoplasma ganas lokal di kandung kemih

Dosis dewasa : irigasi 50 ml larutan 1 mg / mL ditanamkan ke dalam kandung kemih selama 1 jam sekali selama 1 bulan.

Penyesuaian dosis :

  • Gangguan fungsi hati sedang (serum-bilirubin : 12-30 mcg / mL) : Setengah dosis biasa.
  • Gangguan fungsi hati berat (serum-bilirubin> 30 mcg / mL) : ¼ dosis biasa.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Doxorubicin harus sesuai dengan yang dianjurkan.