Futaderm Salep 2%

Futaderm Salep adalah sediaan topikal antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak yang ringan sampai sedang, misalnya impetigo contagiosa, folicullitis superfisial, erythrasma, furunkulosis, abses, paronychia, sycosis barbae, hidradenitis axillaris, dan luka traumatis yang terinfeksi. Obat Futaderm Salep mengandung zat aktif Sodium Fusidate, garam natrium dari Fusidic acid suatu antibiotik yang efektif untuk mengobati infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram positif seperti Staphylococcus, Streptococcus, Corynebacterium, dan sebagian besar Clostridium.

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Futaderm Salep yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

Interbat

Golongan

Antibiotik ini hanya bisa digunakan melalui resep dokter

Kemasan

Futaderm Salep dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Tube 10 gram salep 2 %

Kandungan

Setiap kemasan obat Futaderm Salep mengandung zat aktif sebagai berikut :

  • Sodium Fusidate 2 % atau 20 mg/gram salep

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Sodium fusidate adalah garam natrium turunan dari Fusidic Acid, salah satu antibiotik bakteriostatik yang bisa digunakan baik secara topikal maupun secara sistemik. Fusidic acid bisa digunakan baik secara topikal maupun secara sistemik. Fusidic acid sering digunakan dalam bentuk salep atau cream untuk infeksi kulit, bisa juga sebagai obat tetes mata, atau dalam bentuk tablet dan suntikan bila infeksi meliputi area yang luas.

Fusidic acid bisa digunakan dalam bentuk garamnya yaitu, Sodium fusidate/Natrium  fusidate. Baik bentuk asam maupun garam mempunyai mekanisme aksi yang sama yaitu, bekerja dengan cara mengganggu translokasi subunit peptida dan memanjangkan rantai peptida bakteri yang rentan. Hal ini menyebabkan terhambatnya sintesis protein. Fusidic acid menghambat translasi bakteri dan tidak membunuh bakteri, oleh karena itu antibiotik ini disebut bakteriostatik.

Fusidic acid efektif untuk mengobati infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram positif seperti Staphylococcus, Streptococcus, Corynebacterium, dan sebagian besar Clostridium. Bila infeksi ringan biasanya digunakan sediaan salep/cream, namun jika infeksi terjadi pada area yang lebih luas, sediaan tablet atau bahkan injeksi bisa dijadikan pilihan.

Jika pada area infeksi juga disertai radang, antibiotik ini sering dikombinasikan dengan obat anti inflamasi steroid seperti hydrocortisone atau betamethasone. Kombinasi Fusidic acid topikal baik dengan betamethasone atau hydrocortisone sangat berguna dalam pengobatan atopik dermatitis / eksim.

Indikasi

Kegunaan Futaderm Salep (Sodium Fusidate) adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram positif seperti Staphylococcus, Streptococcus, Corynebacterium, dan sebagian besar Clostridium.

Antibiotik ini bisa digunakan dalam berbagai infeksi kulit dan jaringan lunak yang ringan sampai sedang, misalnya impetigo contagiosa, folicullitis superfisial, erythrasma, furunkulosis, abses, paronychia, sycosis barbae, hidradenitis axillaris, dan luka traumatis yang terinfeksi. Kadang-kadang digunakan dalam pengobatan jerawat/Acne vulagaris..

Kontra indikasi

  • Penggunaan Futaderm Salep (Sodium Fusidate) harus dihindari pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif/alergi obat Sodium Fusidate.
  • Jangan digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh organisme yang tidak peka terhadap Sodium Fusidate terutama Pseudomonas aeruginosa.

Efek Samping Futaderm Salep

Berikut adalah beberapa efek samping Futaderm Salep (Sodium Fusidate) :

  • Antibiotik ini relatif bisa ditoleransi dengan baik pada penggunaan secara topikal. Beberapa efek samping ringan yang sering terjadi pada penggunaan cream yang mengandung Sodium Fusidate termasuk Futaderm Salep misalnya, ruam kulit, urtikaria, dan iritasi.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat Futaderm Salep (Sodium Fusidate) adalah sebagai berikut :

  • Sebelum menggunakan Futaderm Salep (Sodium Fusidate), anda harus yakin tidak memiliki alergi terhadap antibiotik ini.
  • Tidak untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus.
  • Gunakan obat sesuai dengan anjuran dokter, baik jumlah maupun durasinya. Menghentikan pengobatan di tengah jalan bisa meningkatkan resiko terjadinya sensitisasi dan resistensi bakteri terhadap antibiotik ini.
  • Jika memungkinkan, hindari penggunaan selama masa akhir kehamilan, karena bisa menyebabkan kernikterus pada bayi pada usia 1 bulan awal.
  • Hindari kontak dengan mata.

Penggunaan Obat Futaderm Salep untuk ibu hamil

Data keamanan penggunaan antibiotik ini selama masa hamil sangat terbatas. Penelitian pada hewan dan data yang dikumpulkan dari pengalaman klinis menunjukkan bahwa Sodium Fusidate tidak mempunyai efek teratogenik (cacat lahir).

Sodium Fusidate diketahui dapat melewati sawar plasenta. Oleh karena itu penggunaannya pada masa kehamilan terutama saat trimester akhir sebaiknya dihindari.

Interaksi obat

Sodium Fusidate berinteraksi dengan obat-obat lain sebagai berikut :

  • Berefek sinergis jika digunakan bersama dengan antistaphylococcal penicillin.
  • Efek sinergis juga terjadi jika digunakan bersama rifampisin.
  • Berefek antagonis dengan obat golongan quinolone misalnya ciprofloxacin.
  • Badan pengawas obat di beberapa negara memperingatkan untuk tidak digunakan sediaan oral bersama dengan obat-obat golongan statin karena bisa menyebabkan rhabdomyolysis. Resiko ini berpotensi fatal. Belum diketahui apakah efek merugikan ini juga terjadi pada penggunaan secara topikal. Obat-obat statin misalnya, atorvastatin, dan simvastatin.

Dosis Futaderm Salep

Futaderm Salep (Sodium Fusidate) diberikan dengan dosis berikut :

Untuk infeksi kulit :

  • Dosis dewasa : oleskan 3-4 x sehari sampai sembuh. Jika menggunakan kasa ganti, frekuensi dapat dikurangi menjadi 1-2 x
  • Dosis anak : oleskan 3-4 x sehari sampai sembuh. Jika menggunakan kasa ganti, frekuensi dapat dikurangi menjadi 1-2 x

Note :

  • Pada lesi tertutup frekuensi penggunaan Futaderm Salep (Sodium Fusidate) bisa ditingkatkan lebih sering.
  • Durasi terapi kira-kira selama 7 hari.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Futaderm Salep (Sodium Fusidate) harus sesuai dengan yang dianjurkan.