profungal

Profungal adalah obat anti jamur yang digunakan terutama untuk terapi lokal kandidiasis vagina dan untuk infeksi dermatofit. Profungal mengandung ketoconazole, obat yang termasuk golongan imidazole sintetik. Berikut ini adalah informasi lengkap profungal yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Kalbe farma

golongan


Harus dengan resep dokter

kemasan


profungal dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

kandungan


tiap kemasan profungal mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ketoconazole 200 mg / tablet
  • Ketoconazole 20 mg / gram cream
  • Ketoconazole 20 mg / ml scalp solution

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


ketoconazole adalah obat anti jamur yang digunakan terutama untuk terapi lokal kandidiasis vagina dan untuk infeksi dermatofit. Obat ini termasuk golongan imidazole sintetik. Seperti semua agen antijamur azole, ketoconazole bekerja terutama dengan menghambat enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM). Enzim ini berperan dalam jalur biosintesis sterol yang mengarah dari lanosterol ke ergosterol. Sebagai antiandrogen, mekanisme aksinya dibedakan menjadi dua. Pertama, memblokir biosintesis testicular dan adrenal androgen, sehingga terjadi penurunan tingkat sirkulasi testosteron. Kedua, ketoconazole adalah antagonis reseptor androgen, bersaing dengan androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) untuk mengikat reseptor androgen. Namun efek ini dianggap cukup lemah, bahkan jika diberikan dalam dosis tinggi.

Indikasi profungal


Berikut ini adalah beberapa kegunaan profungal (ketoconazole) :

  • Profungal (ketoconazole) digunakan sebagai obat anti jamur pada kulit dan selaput mukosa, seperti athlete’s foot, kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan (tidak pada kuku kaki), kandidiasis (infeksi jamur atau sariawan), dan tinea versikolor.
  • Sebagai antijamur sistemik, obat ini memiliki aktivitas terhadap berbagai jenis jamur, seperti Candida, Histoplasma, Coccidioides, dan Blastomyces (meskipun tidak aktif terhadap Aspergillus). Namun, di beberapa negara tidak lagi dipilih sebagai obat anti jamur sistemik lini pertama, karena memiliki efek toksisitas lebih besar, penyerapan yang buruk, dan spektrum yang lebih terbatas.
  • Ketoconazole memiliki aktivitas sebagai antiandrogen dan efek antiglukokortikoid, yang telah digunakan sebagai pengobatan lini kedua untuk kanker prostat dan untuk menekan sintesis glukokortikoid dalam pengobatan cushing sindrom. Namun, dalam pengobatan kanker prostat, digunakan bersamaan dengan glukokortikoid untuk mencegah insufisiensi adrenal. Keamanan dan efektivitasnya untuk indikasi ini belum dapat dipastikan sehingga penggunaan  tidak disetujui oleh FDA.
Baca Juga  Tokasid Tablet

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan profungal untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada ketoconazole atau obat golongan imidazole lainnya.
  • Pada tahun 2013 Komite Obat Eropa (CHMP) merekomendasikan larangan penggunaan ketoconazole oral untuk penggunaan sebagai antijamur sistemik pada manusia di seluruh Uni Eropa, setelah menyimpulkan bahwa resiko kerusakan hati yang serius akibat penggunaan obat ini melebihi manfaatnya. Pada tahun yang sama Australia juga melakukan larangan serupa dan tahun 2015 larangan juga dilakukan oleh China. Obat antijamur triazol seperti flukonazole dan itrakonazole saat ini lebih dipilih karena memiliki afinitas yang lebih besar terhadap membran sel jamur dan memiliki toksisitas yang lebih kecil.
  • Pemberian secara oral tidak untuk infeksi superfisial.
  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki gangguan hati dan pasien yang sedang diterapi dengan terfenadin atau astemizol.
  • Tidak boleh digunakan untuk meningitis karena jamur.
  • Jangan diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut : dofetilide, quinidine, pimozide, cisapride, metadon, disopiramid, dronedarone, ranolazine. ketoconazole dapat meningkatkan konsentrasi plasma obat-obat tersebut dan dapat memperpanjang interval QT, kadang-kadang menyebabkan disritmia ventrikel yang membahayakan seperti torsades de pointes.

Efek samping profungal


Berikut adalah beberapa efek samping profungal (ketoconazole) :

  • Efek samping yang umum diantaranya mual, muntah, dan nyeri perut.
  • Efek samping yang lebih jarang misalnya pusing, sakit kepala, ruam, urtikaria, pruritus, trombositopenia, parestesia, fotofobia, , alopesia, ginaekomastia dan oligospermia.
  • Pada Juli 2013, FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengeluarkan peringatan bahwa ketoconazole oral dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan masalah kelenjar adrenal. mereka menyarankan untuk tidak menggunakan obat ini sebagai pengobatan lini pertama untuk infeksi jamur apapun. Gunakan obat ini hanya jika terapi antijamur alternatif tidak tersedia atau tidak memberikan hasil yang baik. Namun efek samping ini belum ditemukan pada sediaan topikal seperti krim, shampoo, busa, dan gel yang diaplikasikan pada kulit.
Baca Juga  Flunax caplet

Perhatian


Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Obat oral diberikan bersama makanan untuk memaksimalkan penyerapan.
  • Pemakaian harus dihentikan jika muncul ruam kulit atau tanda lain yang menunjukkan reaksi alergi.
  • Obat ini bisa menyebabkan pusing dan mengantuk, jangan mengemudi atau menyalakan mesin saat menggunakan obat ini.
  • Ketoconazole pada pemberian oral diabsorpsi jauh lebih baik dibandingkan dengan golongan imidazole lainnya. Namun obat ini memiliki efek hepatotoksisitas yang parah. Resiko terbentuknya hepatitis lebih besar jika diberikan lebih dari 14 hari. Untuk pemberian secara oral, diperlukan pengamatan klinik untuk memeriksa kondisi hati.
  • Ketoconazole telah diketahui ikut diekskresikan dalam air susu ibu. Ibu menyusui sebaiknya memilih obat anti jamur yang lebih aman.

Baca dosis profungal, efeknya terhadap wanita hamil, dan interaksinya jika digunakan bersamaan dengan obat lain di halaman berikutnya…