Benacol DTM syrup

Benacol DTM adalah obat yang memiliki efek antitusif dan ekspektoran, digunakan untuk mengobati batuk yang disebabkan adanya rangsangan pada saluran nafas. Benacol DTM mengandung dextromethorphan (obat penekan batuk dari kelas morphinan), diphenhydramine HCl (obat yang termasuk golongan antihistamin generasi pertama), K guaiacolsulfonate (asam sulfonat aromatik yang digunakan sebagai ekspektoran), ammonium chloride (senyawa anorganik yang berfungsi sebagai ekspektoran) dan natrium citrate (obat yang berfungsi menetralkan kondisi asam).

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Benacol DTM yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

PT Kalbe Farma

Kemasan

Benacol DTM dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 60 mL dan 100 mL syrup

Kandungan

Tiap 5 ml Benacol DTM mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Dextromethorphan HBr 7.5 mg
  • Diphenhydramine HCl 12.5 mg
  • Ammon Cl 100 mg
  • K guaiacolsulfonate 30 mg
  • Na citrate 50 mg
  • menthol 1 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Dextromethorphan adalah obat yang termasuk kelas morphinan yang memiliki efek sebagai penenang, disosiatif dan stimulan. Obat ini digunakan sebagai obat penekan batuk, terutama batuk karena iritasi tenggorokan dan bronkial ringan.

Diphenhydramine adalah obat yang termasuk golongan antihistamin generasi pertama. Obat ini memiliki efek antikolinergik, antitusif, antiemetik, dan terutama digunakan untuk mengobati alergi. Obat ini juga memiliki efek hipnotis yang kuat, yang membantu pasien untuk tidur untuk tujuan beristirahat.

Ammonium chloride adalah senyawa anorganik yang banyak digunakan sebagai agen ekspektoran dalam obat batuk. Efek ekspektoran ini terjadi dengan cara mengiritasi mukosa bronkial yang mempermudah pengeluaran dahak. Namun karena obat ini mengiritasi mukosa lambung, dapat menyebabkan mual dan muntah.

K guaiacolsulfonate digunakan untuk mengobati batuk akibat flu. Obat ini mengencerkan dahak atau lendir di paru-paru. Obat ini tidak digunakan untuk mengobati batuk kronis yang disebabkan karena merokok, asma, emfisema, gagal jantung, atau kondisi lain di mana ada banyak dahak.

Natrium citrate adalah obat yang yang termasuk agen alkalizing, yaitu obat yang berfungsi untuk menetralkan kondisi asam yang berlebihan pada darah dan urin.

Indikasi

Kegunaan Benacol DTM adalah untuk mengobati batuk yang disebabkan adanya rangsangan pada saluran nafas, termasuk batuk tidak berdahak, kering dan terasa sakit di tenggorokan.

Kontraindikasi

  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti, efedrin, pseudoefedrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat ini.
  • Pasien penderita hipertensi parah, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati yang parah tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Sebaiknya tidak diberikan kepada bayi baru lahir atau Ibu menyusui.

Efek samping Benacol DTM

Secara umum Benacol DTM bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Benacol DTM yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang umum adalah mulut kering.
  • Obat ini bisa menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.
  • Jika digunakan dengan dosis yang besar, dextromethorphan berpotensi menyebabkan kejang epilepsi.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Benacol DTM adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian Benacol DTM harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, jantung berdebar, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma.
  • Orang-orang yang punya resiko terkena hipertensi atau stroke, misalnya orang yang kelebihan berat badan (obesitas), dan orang usia lanjut, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Penderita disfungsi ginjal, hati, memiliki penyakit glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Ammonium chloride mengiritasi mukosa lambung sehingga dapat menyebabkan mual dan muntah. Oleh karena itu obat ini sebaiknya dikonsumsi setelah makan.
  • Penggunaan untuk anak di bawah usia 2 tahun tidak dianjurkan.
  • Jangan minum alkohol selama menggunakan obat ini.
  • Jika anda sedang menggunakan obat lain yang menekan sistem saraf pusat, sebaiknya tidak menggunakan obat ini. Jika benar-benar dibutuhkan, hati-hati terhadap efek samping yang mungkin terjadi.
  • Benacol DTM menyebabkan kantuk. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama menggunakan obat ini.

Penggunaan Benacol DTM untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan dextromethorphan kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung dextromethorphan oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat Benacol DTM jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain :

  • Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena MAO inhibitors karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Dextromethorphan bisa mempotensiasi obat golongan depresan sistem saraf lain.

Dosis Benacol DTM

Obat Benacol DTM diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis dewasa : 2 sendok teh (5 ml) 3 x
  • Dosis anak-anak (6-12 tahun) : 1 sendok teh (5 ml) 3 x

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Benacol DTM harus sesuai dengan yang dianjurkan.