Dextrofen Syrup

Dextrofen Syrup adalah obat yang digunakan untuk meringankan batuk yang disertai gejala flu seperti, pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Dextrofen Syrup mengandung dextromethorphan (obat penekan batuk dari kelas morphinan), Dexchlorpheniramine maleate ( obat golongan antihistamin), dan phenylephrine (obat yang berfungsi sebagai decongestan).

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Dextrofen Syrup yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik

Phapros

golongan

Bisa didapatkan dengan resep dokter

kemasan

Dextrofen Syrup dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol 60 mL syrup

kandungan

Tiap 5 mL Dextrofen Syrup mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Dextromethorphan HBr 7.5 mg
  • Deksklorfeniramina maleat 1 mg
  • Phenylephrine HCl 5 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Dextromethorphan adalah obat yang termasuk kelas morphinan yang memiliki efek sebagai penenang, disosiatif dan stimulan. Obat ini digunakan sebagai obat penekan batuk, terutama batuk karena iritasi tenggorokan dan bronkial ringan.

Dexchlorpheniramine adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi alergi. Dexchlorpheniramine merupakan obat alergi yang termasuk antihistamin dengan sifat antikolinergik dan sedatif. Obat ini adalah isomer dextrorotatory dari chlorpheniramine. Histamin secara alami sudah ada dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi. Dexchlorpheniramine bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi itu dapat dikurangi.

Phenylephrine adalah obat yang digunakan sebagai dekongestan. Obat ini adalah α1-adrenergik agonis reseptor selektif kelas phenethylamine. Selain sebagai dekongestan, phenylephrine juga berfungsi sebagai obat untuk melebarkan pupil dan meningkatkan darah.

Indikasi

Kegunaan Dextrofen Syrup adalah untuk meringankan batuk yang terkait gejala flu seperti, pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Kontraindikasi

  • Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti efedrin, pseudoefedrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat ini.
  • Pasien penderita hipertensi parah, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati yang parah tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Obat Dextrofen Syrup tidak boleh digunakan pada bayi yang baru lahir atau bayi prematur.
  • Karena risiko obat-obat antihistamin yang lebih tinggi untuk bayi pada umumnya dan untuk bayi baru lahir dan prematur pada khususnya, terapi dengan antihistamin dikontraindikasikan pada ibu menyusui.
  • Antihistamin tidak boleh digunakan untuk mengobati gejala penyakit pada saluran pernapasan bagian bawah termasuk asma.

Efek samping Dextrofen Syrup

Secara umum Dextrofen Syrup bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Dextrofen Syrup yang mungkin terjadi :

  • Jika digunakan dengan dosis yang besar, dextromethorphan berpotensi menyebabkan kejang epilepsi.
  • Efek samping yang paling umum dari obat golongan anti histamin adalah sedasi dan retardasi psikomotor.
  • Efek samping umum lainnya seperti urtikaria, ruam, syok anafilaksis, fotosensitifitas, keringat berlebihan, menggigil, kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan.
  • Efek samping pada sistem kardiovaskular, misalnya hipotensi.
  • Efek samping pada sistem hematologi, misalnya anemia hemolitik, trombositopenia, dan agranulositosis.
  • Efek samping pada sistem saraf misalnya, sedasi, kantuk, pusing, koordinasi terganggu, kelelahan, bingung, gelisah, eksitasi, gugup, tremor, mudah tersinggung, insomnia, euforia, parestesi, penglihatan kabur, diplopia, vertigo, tinnitus, labirin akut, histeria, neuritis, dan kejang-kejang.
  • Efek samping pada sistem pencernaan, misalnya gangguan epigastrik, anoreksia, mual, muntah, diare, dan konstipasi.
  • Efek samping pada sistem pada saluran kencing misalnya, gangguan frekuensi kencing, sulit buang air kecil, retensi urin, dan menstruasi dini.
  • Efek samping pada saluran pernafasan, misalnya penebalan sekresi bronkial, sesak dada dan mengi, serta hidung tersumbat.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Dextrofen Syrup adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian Dextrofen Syrup harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.
  • Hati-hati menggunakan obat Dextrofen Syrup pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Obat golongan antihistamin harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan glaukoma sudut sempit, tukak lambung, obstruksi piloro duodenal, hipertrofi prostat, obstruksi struktural kandung kencing, penyakit kardiovaskuler, kenaikan tekanan intraokuler mata, dan hipertiroidisme.
  • Jika obat anti histamin dibutuhkan selama menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis terendahnya.
  • Dextrofen Syrup menyebabkan kantuk. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama menggunakan obat ini.

Penggunaan obat Dextrofen Syrup untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Dexchlorpheniramine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Sedangkan dextromethorphan kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat ini untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat Dextrofen Syrup jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain :

  • Hati-hati penggunaan bersamaan dextromethorphan dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena MAO inhibitors memperpanjang efek obat ini.
  • Dextromethorphan bisa mempotensiasi obat golongan depresan sistem saraf lain.
  • Dexchlorpheniramine Maleate memiliki efek aditif dengan alkohol dan depresan sistem saraf pusat lainnya (barbiturate, opioid analgesics, hipnotik, sedatif, tranquilizers).
  • MAO inhibitors memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik (pengeringan) antihistamin.

Dosis Dextrofen Syrup

Obat Dextrofen Syrup diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dewasa : 3-4 x sehari 2 sendok teh
  • Anak-anak usia 6-12 tahun : 3–4 x sehari 1 sendok teh
  • Anak-anak usia 2-6 tahun : 3–4 x sehari ½ sendok teh
  • 1 sendok teh = 5 ml syrup.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Dextrofen Syrup harus sesuai dengan yang dianjurkan.