Febrinex syrup

Febrinex syrup adalah obat yang digunakan untuk menurunkan demam, dan menghilangkan gangguan tonsilitis, rhinitis alergi, dan gejala-gejala lain influenza. Febrinex syrup mengandung paracetamol, dexchlorpheniramine maleate, dan thiocol.

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Febrinex syrup yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Phapros

golongan


Bisa diperoleh tanpa resep dokter di apotek atau toko obat berijin resmi.

kemasan


Febrinex syrup dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 60 ml syrup

kandungan


tiap 5 ml Febrinex syrup mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • paracetamol 130 mg
  • dexchlorpheniramine maleate 1 mg
  • thiocol 20 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.

Dexchlorpheniramine maleate adalah obat yang termasuk golongan anti histamin yang memiliki sifat anti kolinergik. Obat ini banyak digunakan untuk mengatasi reaksi alergi seperti demam dan urtikaria. dexchlorpheniramine maleate mampu mengatasi sebaian besar efek yang ditimbulkan oleh histamin dan secara klinis sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi alergi.

Indikasi


Kegunaan Febrinex syrup adalah untuk mengobati gejala influenza disertai alergi seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat atau pilek, dan bersin-bersin.

Kontraindikasi


  • Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Pasien yang menderita gangguan ginjal (nefropati) sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Obat ini tidak boleh digunakan pada bayi yang baru lahir atau bayi prematur.
  • Karena risiko obat-obat antihistamin yang lebih tinggi untuk bayi pada umumnya dan untuk bayi baru lahir dan prematur pada khususnya, terapi dengan antihistamin dikontraindikasikan pada ibu menyusui.
  • Antihistamin tidak boleh digunakan untuk mengobati gejala penyakit pada saluran pernapasan bagian bawah termasuk asma.
  • Tidak boleh digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Dexchlorpheniramine maleate atau antihistamin lainnya dengan struktur kimia yang serupa.
  • Kontraindikasi untuk pasien yang sedang menggunakan obat-obat inhibitor monoamine oxidase (MAOis).

Efek samping Febrinex syrup


Secara umum Febrinex syrup bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Febrinex syrup yang mungkin terjadi :

  • Obat yang mengandung paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada pengguna alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat yang mengandung paracetamol. Meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Efek samping yang paling umum dari obat golongan anti histamin adalah sedasi dan retardasi psikomotor.
  • Efek samping umum lainnya seperti urtikaria, ruam, syok anafilaksis, fotosensitifitas, keringat berlebihan, menggigil, kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan.
  • Efek samping pada sistem kardiovaskular, misalnya hipotensi.
  • Efek samping pada sistem hematologi, misalnya anemia hemolitik, trombositopenia, dan agranulositosis.
  • Efek samping pada sistem saraf misalnya, sedasi, kantuk, pusing, koordinasi terganggu, kelelahan, bingung, gelisah, eksitasi, gugup, tremor, mudah tersinggung, insomnia, euforia, parestesi, penglihatan kabur, diplopia, vertigo, tinnitus, labirin akut, histeria, neuritis, dan kejang-kejang.
  • Efek samping pada sistem pencernaan, misalnya gangguan epigastrik, anoreksia, mual, muntah, diare, dan konstipasi.
  • Efek samping pada sistem pada saluran kencing misalnya, gangguan frekuensi kencing, sulit buang air kecil, retensi urin, dan menstruasi dini.
  • Efek samping pada saluran pernafasan, misalnya penebalan sekresi bronkial, sesak dada dan mengi, serta hidung tersumbat.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Febrinex syrup adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian Febrinex syrup harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma.
  • Paracetamol diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil. Penggunaan Febrinex syrup oleh ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Meskipun efek paracetamol terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID, ada baiknya Febrinex syrup dikonsumsi setelah makan.
  • Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Febrinex syrup menyebabkan kantuk. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama menggunakan obat ini.
  • Obat golongan antihistamin harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan glaukoma sudut sempit, tukak lambung, obstruksi piloro duodenal, hipertrofi prostat, obstruksi struktural kandung kencing, penyakit kardiovaskuler, kenaikan tekanan intraokuler mata, dan hipertiroidisme.
  • Febrinex syrup menyebabkan kantuk. Sebaiknya tidak mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat Febrinex syrup. Pada beberapa kasus, penggunaan alkohol akan meningkatkan efek sedasi obat ini.
  • Pemakaian Febrinex syrup harus dihentikan sekitar 48 jam sebelum menjalani tes alergi kulit, karena dapat mengganggu hasil tes.
  • Jika obat anti histamin dibutuhkan selama menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis terendahnya.
  • Obat ini diketahui masuk ke dalam ASI, oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil keputusan apakah akan menghentikan perawatan atau untuk menghentikan penggunaan Febrinex syrup menyebabkan kantuk., dengan mempertimbangkan pentingnya obat tersebut kepada ibu.
  • Reaksi hipersensitivitas seperti ruam, pruritus, urtikaria, edema, dyspnea, dan anafilaksis telah dilaporkan setelah penggunaan obat yang mengandung Dexchlorpheniramine. Jika efek samping semacam itu terjadi, penggunaan obat ini harus dihentikan dan pengobatan alternatif yang lebih aman harus dipertimbangkan.

Penggunaan obat Febrinex syrup untuk ibu hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan paracetamol kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung paracetamol oleh ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain :

  • Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin : paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.
  • Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena MAO inhibitors karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Dexchlorpheniramine Maleate memiliki efek aditif dengan alkohol dan depresan sistem saraf pusat lainnya (barbiturate, opioid analgesics, hipnotik, sedatif, tranquilizers).
  • MAO inhibitors memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik (pengeringan) antihistamin.

Dosis Febrinex syrup


Obat Febrinex syrup diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis anak usia 4-7 tahun : 3 x sehari 2 sendok teh.
  • dosis anak usia 2-4 tahun : 3 x sehari 1 sendok teh.
  • dosis anak usia < 2 tahun : 3 x sehari ½ sendok teh.
  • 1 sendok the = 5 ml syrup.

Terkait


Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Febrinex syrup harus sesuai dengan yang dianjurkan.