Hyzaar Tablet

Hyzaar adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi. Hyzaar adalah obat kombinasi Losartan (obat golongan Angiotensin II receptor antagonist) dan hydrochlorothiazide (obat diuretik golongan tiazid).

Berikut ini adalah informasi lengkap Hyzaar yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik


Merck

Golongan


Hanya bisa digunakan melalui resep dokter

Kandungan


setiap tablet Hyzaar mengandung zat aktif sebagai berikut :

  • Losartan K 50 mg
  • Hydrochlorothiazide 12.5 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Losartan adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi). Obat ini juga digunakan untuk menurunkan risiko stroke pada penderita penyakit jantung, serta berguna untuk memperlambat kerusakan ginjal jangka panjang pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang juga memiliki tekanan darah tinggi.

Losartan termasuk obat antihipertensi golongan Angiotensin II receptor antagonist. Obat ini secara selektif dan kompetitif menghambat vasokontriksi dan sekresi aldosteron dengan cara bertindak selektif antagonis terhadap ikatan Angiotensin II pada AT1 reseptor.

Hidroklorotiazid atau disingkat HCT adalah obat diuretik yang termasuk ke dalam kelas tiazid. Hidroklorotiazid sering digunakan sebagai obat anti hipertensi yang bekerja dengan cara mengurangi kemampuan ginjal untuk menyerap terlalu banyak natrium yang bisa menyebabkan retensi cairan. Selain itu obat ini juga menurunkan resistensi pembuluh darah perifer sehingga terjadi penurunan tekanan darah.

Indikasi


Kegunaan Hyzaar adalah untuk pengobatan hipertensi (tekanan darah tinggi) jika tidak cukup dikendalikan dengan losartan atau hydrochlorothiazide tunggal.

Kontra indikasi


  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Losartan atau obat-obat yang termasuk golongan Angiotensin II receptor antagonist.
  • Jangan menggunakan hidroklorotiazid pada pasien yang mempunyai riwayat alergi terhadap hidroklorotiazid atau obat-obat derivat sulfonamid.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan aliskiren pada pasien diabetes.
  • Kontraindikasi untuk penderita gangguan ginjal (GFR <60 mL / menit) atau penderita kerusakan hati parah.
  • Tidak boleh digunakan saat hamil.
  • Penurunan volume intravaskular.

Efek Samping Hyzaar


Berikut adalah beberapa efek samping Hyzaar :

  • Efek samping obat-obat yang mengandung Losartan yang paling umum adalah infeksi saluran pernapasan atas atau hidung tersumbat, pusing, dan nyeri punggung.
  • Efek samping yang sering terjadi jika obat ini digunakan oleh penderita diabetes melitus dengan penyakit ginjal diabetik adalah mengalami diare, kelelahan, tekanan darah rendah, gula darah rendah, kalium tinggi, dan nyeri dada.
  • Obat-obat golongan Angiotensin II receptor antagonist seperti Losartan diketahui bersifat teratogenik sehingga tidak boleh diberikan pada wanita hamil.
  • Terjadinya penurunan volume dan ketidakseimbangan elektrolit (terutama hiperkalemia).
  • Terjadinya hipotensi terutama pada tahap dosis awal, angioedema, neutropenia.
  • Efek samping lainnya adalah :  asthenia, kelelahan, edema, nyeri perut, nyeri dada, sakit kepala, faringitis, angina pectoris, blok AV derajat 2, CVA, hipotensi, infark miokard, dan kelainan fungsi hati.
  • Bisa juga terjadi mulut kering, haus, kelesuan, mengantuk, nyeri otot dan kram, ruam, fotosensitifitas kulit, trombositopenia, sakit kuning, pankreatitis, kelelahan, kelemahan, dapat memicu serangan gout (asam urat), hiperglikemia, anoreksia, mual, muntah, sembelit, diare, sialdenitis, meningkatkan konsentrasi kalsium urin, sakit kepala, pusing, dan mialgia.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Reaksi hipersensitivitas, anemia hemolitik, dan nekrolisis epidermal toksik.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan pasien saat menggunakan Hyzaar adalah sebagai berikut :

  • Hyzaar hanya digunakan dalam pengawasan dokter, terutama pada permulaan terapi untuk antisipasi terjadinya penurunan tekanan darah yang drastis.
  • Berkonsultasi dengan dokter jika anda berkeringat secara berlebihan, dehidrasi, muntah, atau diare karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis akibat berkurangnya cairan tubuh.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat tanpa diketahui dokter.
  • Segera hentikan pemakaian obat jika anda positif hamil, karena obat-obat yang termasuk golongan Angiotensin II receptor antagonist dapat menyebabkan cedera dan kematian pada janin.
  • Hidroklorotiazid diketahui ikut keluar bersama ASI. Mengingat potensi hal buruk yang mungkin terjadi, Ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Perubahan fungsi ginjal termasuk gagal ginjal akut dapat terjadi pada penggunaan obat-obatan yang menghambat sistem renin Angiotensin. Pasien yang fungsi ginjal mungkin tergantung sebagian pada aktivitas sistem renin-Angiotensin (misalnya, pasien dengan stenosis ginjal arteri, penyakit ginjal kronis, gagal jantung kongestif berat, atau deplesi volume) berisiko mengalami gagal ginjal akut saat menggunakan Hyzaar. Pengamatan fungsi ginjal secara berkala sangat diperlukan. Jika terjadi penurunan fungsi ginjal yang signifikan secara klinis terapi sebaiknya dihentikan.
  • Lakukan juga pengamatan kalium serum secara berkala.
  • Keamanan dan efektivitas obat ini belum didirikan pada pasien anak di bawah usia 6 tahun atau pada pasien anak dengan laju filtrasi glomerulus <30 mL / menit / 1,73 m2.
  • Perhatian jika pasien memiliki gangguan elektrolit, penderita sirosis hati, kegagalan hati berat, gangguan ginjal, diabetes, asam urat, hiperlipidemia, hyperuricaemia, EKG : LVH dan / atau ventrikel ektopik ekstrasistol).
  • Waspada jika pasien mengalami volume depleted, pasien yang menjalani pembatasan diuretik dan garam, stenosis arteri ginjal, aorta dan mitral stenosis.
  • Hentikan sebelum melakukan tes untuk fungsi paratiroid.
  • Kadar elektrolit harus dipantau secara periodik terutama pada pasien usia lanjut atau pemakaian dosis tinggi.
  • Gunakan pada pagi hari. Jika dosis anda 2x sehari, dosis kedua harus digunakan sebelum jam 6 pagi.

Penggunaan Hyzaar oleh wanita hamil


FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Losartan kedalam kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. namun jika benefit yang diperoleh dipandang lebih tinggi dari resiko yang mungkin terjadi, obat ini bisa diberikan.

Ketika anda positif hamil, hentikan penggunaan Hyzaar sesegera mungkin. Penggunaan obat yang bekerja pada sistem renin-Angiotensin selama trimester kedua dan ketiga kehamilan mengurangi fungsi ginjal janin dan meningkatkan risiko kematian. Potensi efek samping neonatal meliputi hipoplasia tengkorak, anuria, hipotensi, gagal ginjal, dan kematian.

Interaksi obat


Di bawah ini adalah interaksi Hyzaar dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Kadar plasma menurun jika digunakan bersamaan dengan fluconazole and rifampicin.
  • Hyzaar bisa meningkatkan kadar lithium serum dan toksisitasnya.
  • Penggunaan bersamaan dengan aspirin (dalam dosis> 300 mg setiap hari) dan NSAID lainnya (asam mefenamat, natrium diclofenac, ibuprofen dll) dapat terjadi penurunan efek antihipertensi dan meningkatkan risiko gangguan ginjal.
  • Peningkatan risiko hiperkalemia jika digunakan bersamaan diuretik hemat kalium (misal amilorida, triamterene, spironolactone), suplemen Kalium atau pengganti garam Kalium.
  • Jika digunakan bersamaan dengan barbiturat, atau anda pengguna alkohol dan narkotika, efek samping berupa hipotensi ortostatik dapat terjadi.
  • Penyesuaian dosis obat anti diabetes baik oral maupun insulin mungkin perlu dilakukan jika diberikan bersamaan dengan hidroklorotiazid.
  • Cholestyramine mengurangi penyerapan hidroklorotiazid di usus sehingga bisa mengurangi efektivitasnya.
  • Pemberian bersama obat kortikosteroid bisa meningkatkan gangguan elektrolit terutama hipokalemia.
  • Diuretik termasuk hidroklorotiazid mengurangi klirens lithium dari ginjal sehingga meningkatkan resiko toksisitasnya.
  • Hidroklorotiazid dan NSAID jika digunakan bersamaan, efek diuresis kemungkinan menurun.
  • Hydrochlorothiazide meningkatkan konsentrasi plasma fluconazole.
  • Efek hipotensi meningkat dengan : ACE inhibitor, alkohol, adrenergic neuron blockers, aldesleukin, α-blocker, alprostadil, anestesi umum, antipsikotik, anxiolytics dan hipnotik, baclofen, β-blocker, calcium-channel blockers, clonidine, diazoxide, epoetin, hydralazine, levodopa, MAOIs, metildopa, minoxidil, monoxidine, nitrat, NSAID, estrogen, natrium nitroprusside, Tizanidine, fenotiazin.
  • Interaksi obat yang berpotensi fatal : Dapat meningkatkan efek nefrotoksik, hiperkalemia dan hipotensi jika digunakan bersamaan dengan aliskiren pada pasien diabetes dan gangguan ginjal (GFR <60 mL / menit); Peningkatan risiko nefrotoksisitas dan ototoksisitas dengan senyawa platinum, aminoglikosida. Hipokalemia yang disebabkan oleh diuretik dapat menyebabkan toksisitas jantung dengan amiodaron (interaksi dapat terjadi selama beberapa minggu atau bulan karena waktu paruh amiodaron panjang). Peningkatan risiko nefrotoksisitas dan hiperkalemia dengan siklosporin. Mengurangi ekskresi litium (risiko toksisitas lithium dengan diuretik).

Dosis Hyzaar


Hyzaar diberikan dengan dosis sebagai berikut :

Untuk Hyzaar (Losartan K 50 mg + Hydrochlorothiazide 12.5 mg)

  • Dosis dewasa : 1 tablet 1 x sehari. Bisa ditingkatkan sampai 2 tablet 1 x sehari, 2-4 minggu kemudian jika diperlukan. Dosis maksimal : 2 tablet / hari.

Terkait