Paratusin syrup

Paratusin syrup adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin yang disertai batuk. Paratusin syrup mengandung paracetamol, obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic, noscapine, suatu alkaloid golongan benzylisoquioline yang digunakan sebagai agen antitusif (penekan batuk), guaiphenesin, obat yang termasuk ekspektoran, Succus liquiritiae extract, obat yang mempunyai efek ekspektoran, pseudoephedrine, obat amina simpatomimetik, dalam sediaan obat ini bertindak sebagai nasal dekongestan, dan chlorpheniramine maleate, obat alergi golongan antihistamin generasi pertama.

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Paratusin syrup yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik


Prafa

golongan


Bisa diperoleh tanpa resep dokter di apotek atau toko obat berijin resmi.

kemasan


Paratusin syrup dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 60 ml syrup

Tersedia juga sediaan Paratusin tablet.

kandungan


tiap 5 ml Paratusin syrup mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • paracetamol 125 mg
  • noscapine 10 mg
  • guaiphenesin atau glyceryl guaiacolate 25 mg
  • chlorpheniramine maleate 2 mg
  • Succus liquiritiae 125 mg
  • pseudoephedrine HCl 7.5 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)


Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan.

Noscapine adalah suatu alkaloid golongan benzylisoquioline yang digunakan sebagai agen antitusif (penekan batuk), meskipun di beberapa negara penggunaanya sebagai obat batuk tidak direkomendasikan.

guaiphenesin atau glyceryl guaiacolate adalah obat yang termasuk ekspektoran, yaitu obat yang berfungsi mengeluarkan dahak dari saluran pernafasan terutama pada infeksi saluran pernafasan akut. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan volume dan mengurangi viskositas mukus dari trakea dan bronkus, sehingga mempermudah pengeluaran dahak dari jalan nafas lewat mekanisme batuk.

chlorpheniramine maleate/chlorphenamine/chlortrimeton/CTM adalah obat yang termasuk golongan alkilamina antihistamin generasi pertama. Obat ini digunakan untuk mengobati gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria. Dibandingkan dengan antihistamin generasi pertama lainnya, chlorpheniramine maleate memiliki efek sedatif yang relatif lemah.

Succus liquiritiae adalah sediaan galenik dari radix liquiritiae. sediaan ini merupakan salah satu komponen obat batuk hitam (OBH), yang berwarna hitam kecoklatan, dan bersifat larut dalam air. Obat ini mempunyai efek ekspektoran.

pseudoephedrine adalah obat yang digunakan sebagai nasal dekongestan, stimulan, dan sebagai wakefulness promoting agent. Obat ini termasuk obat simpatomimetik dari kelas phenethylamine dan amfetamin. Obat ini biasanya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu pseudoephedrine hydrochloride.

Indikasi


Kegunaan Paratusin syrup adalah untuk mengobati gejala influenza seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin yang disertai batuk.

Kondisi/Penyakit terkait :

Kontraindikasi


  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti efedrin, phenylpropanolamine, fenilefrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat ini.
  • Pasien penderita hipertensi parah, penyakit jantung, diabetes melitus, dan gangguan fungsi hati yang parah tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Obat yang mengandung noscapine tidak boleh diberikan untuk wanita hamil atau wanita yang berencana untuk hamil.

Efek samping Paratusin syrup


Secara umum Paratusin syrup bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Paratusin syrup yang mungkin terjadi :

  • Obat yang mengandung paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada pengguna alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian obat yang mengandung paracetamol. Meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Obat ini juga menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.
  • Obat yang mengandung noscapine mempunyai efek samping berupa kehilangan koordinasi, kadang mengalami halusinasi, pembengkakan prostat, kehilangan selera makan, pupil mata yang terdilatasi, peningkatan denyut jantung, gemetaran dan kejang otot, nyeri di area dada, peningkatan kewaspadaan, kehilangan rasa kantuk, dan kehilangan penglihatan stereoscopic.

Perhatian


Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Paratusin syrup adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian Paratusin syrup harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma.
  • Paracetamol diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil. Penggunaan Paratusin syrup oleh ibu menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Meskipun efek paracetamol terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID, ada baiknya Paratusin syrup dikonsumsi setelah makan.
  • Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.
  • Orang-orang yang punya resiko terkena hipertensi atau stroke, misalnya orang yang kelebihan berat badan (obesitas), dan orang usia lanjut, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • penderita disfungsi ginjal, hati, memiliki penyakit glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Penggunaan oleh anak usia di bawah 6 tahun tidak direkomendasikan.
  • Obat yang mengandung noscapine bisa menyebabkan kehilangan koordinasi, sehingga dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama menggunakan obat ini.

Penggunaan obat Paratusin syrup untuk ibu hamil


Noscapine digolongkan kedalam kategori X (contraindications) dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Hasil studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan salah satu komponen Paratusin syrup berbahaya terhadap janin. Oleh karena itu, dengan alasan apapun jangan menggunakan obat ini selama kehamilan.

interaksi obat


Berikut adalah interaksi jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain :

  • Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic paracetamol.
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin : paracetamol dan noscapine meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.
  • Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena MAO inhibitors karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Noscapine dapat meningkatkan efek dari obat-obat yang mempunyai efek sedasi sentral seperti alkohol dan obat-obat hipnotik.

Dosis Paratusin syrup


Paratusin syrup diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • dosis anak-anak usia 6-12 tahun : 3-4 x sehari 5-10 ml.
  • dosis anak usia 1-6 tahun : 3-4 x sehari 2.5-5 ml syrup.
  • dosis anak usia < 1 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml syrup.

Terkait


Baca juga :

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Paratusin syrup harus sesuai dengan yang dianjurkan.