Rhinos SR

Rhinos SR adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala-gejala yang berhubungan dengan rhinitis alergi dan common cold, seperti hidung tersumbat, bersin, atau pruritus. Rhinos SR mengandung kombinasi Loratadine (obat long acting non sedatif antihistamin yang bertindak sebagai inverse agonist selektif histamin perifer H1-reseptor) dan Pseudoephedrine (vasokonstriktor, bekerja pada reseptor-α dan menghasilkan efek dekongestan dengan mengurangi mukosa yang sesak di daerah pernafasan bagian atas).

Berikut ini adalah informasi lengkap Rhinos SR yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

Dexa Medica

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Rhinos SR dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos 5 x 10 capsul

Kandungan

Tiap kemasan Rhinos SR mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Loratadine 5 mg
  • Pseudoephedrine HCl 60 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Loratadine adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis alergi. Obat ini termasuk golongan antihistamin trisiklik, yang bertindak sebagai inverse agonist selektif histamin perifer H1-reseptor. Histamin secara alami sudah ada dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi. Obat Loratadine bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi itu dapat dikurangi.

Loratadine termasuk long acting anti histamin non sedatif sehingga menyebabkan lebih sedikit efek sedasi dan gangguan psikomotor dibanding golongan anti histamin lama karena jumlah obat yang menembus sawar darah otak hanya sedikit.

Pseudoephedrine adalah obat yang digunakan sebagai nasal dekongestan, stimulan, dan sebagai wakefulness promoting agent. Obat ini termasuk obat simpatomimetik dari kelas phenethylamine dan amfetamin. Obat ini biasanya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu pseudoephedrine hydrochloride atau pseudoephedrine sulfate.

Indikasi

Kegunaan Rhinos SR adalah untuk mengobati gejala-gejala yang berhubungan dengan rhinitis alergi dan common cold, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, atau pruritus.

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan Rhinos SR untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki kepekaan terhadap obat simpatomimetik lain seperti, efedrin, fenilefrin juga dikontraindikasikan menggunakan obat Rhinos SR.
  • Kontraindikasi juga bagi pasien yang sedang menggunakan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, atau dalam waktu 14 hari setelah menghentikan MAOI, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Obat-obat yang mengandung pseudoephedrine sebaiknya tidak digunakan untuk pasien : diabetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan closed angle galucoma.

Efek samping Rhinos SR

Berikut adalah beberapa efek samping Rhinos SR :

  • Efek samping yang paling umum dari obat golongan anti histamin adalah sedasi dan retardasi psikomotor. Namun karena obat Loratadine termasuk golongan anti histamin non sedatif, efek samping ini relatif jarang namun tetap harus diwaspadai.
  • Efek samping yang lain misalnya sakit kepala dan efek antimuskarinik seperti retensi urin, mulut kering, penglihatan kabur, dan gangguan pencernaan.
  • Selain itu waspadai juga terjadinya efek samping berupa kantuk, kelelahan, gugup, hiperkinesia, disfonia, malaise, mengi, infeksi saluran pernapasan bagian atas, epistaksis, radang tenggorokan, gangguan gigi, konjungtivitis, sakit telinga, gejala mirip influenza dan ruam.
  • Efek samping yang relatif jarang seperti edema perifer, ikterus, hepatitis, nekrosis hati, anafilaksis dan eritema multiforme.
  • Obat ini juga menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat Rhinos SR adalah sebagai berikut :

  • Meskipun efek sedasinya relatif jarang, namun tetap harus diwaspadai. Sebaiknya anda tidak mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini. Pada beberapa kasus, penggunaan alkohol akan meningkatkan efek sedasi obat ini.
  • Pemakaian antihistamin harus dihentikan sekitar 48 jam sebelum menjalani tes alergi kulit, karena dapat mengganggu hasil tes.
  • Obat ini mampu memasuki air susu ibu. Oleh karena itu penggunaan obat Rhinos SR untuk ibu menyusui sebaiknya dihindari.
  • Orang-orang yang punya resiko terkena hipertensi atau stroke, misalnya orang yang kelebihan berat badan (obesitas), dan orang usia lanjut, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Penderita disfungsi ginjal, hati, memiliki penyakit glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Pasien yang rentan mengalami kecemasan atau panik berlebihan, harus hati-hati menggunakan obat yang mengandung pseudoephedrine karena obat ini berefek stimulan yang umumnya mempunyai efek samping kecemasan dan kepanikan.

Penggunaan Obat Rhinos SR untuk ibu Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Loratadine kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Sedangkan pseudoephedrine termasuk kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat Rhinos SR untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat Rhinos SR jika digunakan bersamaan dengan obat-obat lain :

  • Obat-obat inhibitor enzim CYP3A4 seperti ketoconazole, erythromycin, cimetidine, furanocoumarin (ditemukan dalam jeruk), clarithromycin, quinidine, fluconazole, fluoxetine atau amprenavir meningkatkan kadar Loratadine dalam plasma.
  • Makanan menunda waktu obat mencapai konsentrasi plasma puncak dan meningkatkan ketersediaan hayati Loratadine.
  • Alkohol dapat meningkatkan depresi sistem saraf pusat.
  • Hati-hati menggunakan Pseudoephedrine bersamaan dengan obat-obat jenis monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Efek samping Pseudoephedrine meningkat jika digunakan bersamaan dengan atomoxetine.
  • Terjadi kenaikan tekanan darah dan denyut jantung jika digunakan bersamaan dengan sibutramine.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : Pseudoephedrine meningkatkan risiko psikosis dengan bromokriptin; terjadipeningkatan risiko krisis hipertensi fatal dengan MAOI, hindari penggunaan bersamaan bahkan setelah 2 minggu menghentikan obat jenis MAOI; terjadi peningkatan tekanan darah dengan linezolid dan selegiline.

Dosis Rhinos SR

Rhinos SR diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis dewasa dan anak usia ≥12 : 1 capsul setiap 12 jam.

Dosis Lazim Obat Yang Mengandung Kombinasi Loratadine dan Pseudoephedrine

  • Dosis Untuk Rinitis alergi, cold dan flu

Dewasa : Sebagai extended releas tablet yang mengandung loratadine 5 mg dan Pseudoephedrine sulfate 120 mg: 1 tablet 2 x sehari. Sebagai extended releas tablet yang mengandung loratadine 10 mg dan Pseudoephedrine sulfate 120 mg: 1 tablet 1 x sehari.

Anak usia 6-12 tahun (berat badan ≤30 kg) : sebagai sirup yang mengandung loratadine 5 mg dan Pseudoephedrine 60 mg (per 5 mL):2,5 mL 2 x sehari.

Anak usia 6-12 tahun (berat badan > 30 kg) : 5 mL 2 x sehari.

Penyesuaian dosis

  • Penurunan fungsi hati parah : Dosis awal 1 tablet (mengandung loratadine 5 mg dan pseudoephedrine sulfate 120 mg) setiap hari atau ½ dosis sirup biasa.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Rhinos SR

  • Obat Rhinos SR bisa diminum dengan atau tanpa makanan.
  • Obat ditelan utuh, jangan dipecah, kunyah atau dilarutkan terlebih dahulu.
  • Buang semua sisa obat Rhinos SR yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan gunakan obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat Rhinos SR sesuai dengan aturan. Jangan gunakan obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat Rhinos SR pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Baca juga

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Rhinos SR harus sesuai dengan yang dianjurkan.