ragyl forte

interaksi obat


Berikut adalah interaksi obat-obat yang mengandung metronidazole termasuk ragyl forte dengan obat-obat lain :

  • Penggunaan bersamaan dengan disulfiram bisa menimbulkan reaksi psikotik. Jangan menggunakan metronidazole kepada pasien yang telah menggunakan disulfiram dalam 2 minggu terakhir.
  • Reaksi psikotik seperti di atas (disulfiram like reaction) seperti kram perut, mual, muntah, sakit kepala, dan flushing juga dapat terjadi jika diberikan bersama minuman beralkohol atau produk yang mengandung propylene glycol (beberapa rokok elektronik mengandung zat ini).
  • Metronidazole bisa memperpanjang protrombine time saat diberikan bersamaan dengan antikoagulan seperti warfarin. Waspadai resiko perdarahan.
  • Jika diberikan bersamaan dengan lithium, terjadi peningkatan kadar lithium serum dan, dalam beberapa kasus, tanda-tanda toksisitas lithium.
  • Metronidazole bisa meningkatkan konsentrasi plasma dari busulfan, yang dapat mengakibatkan peningkatan resiko toksisitas busulfan.
  • Pemberian bersamaan dengan  obat yang menurunkan aktivitas enzim hati, seperti cimetidine, dapat memperpanjang waktu paruh dan mengurangi klirens ragyl forte (metronidazole), sehingga meningkatkan konsentrasi plasma.
  • Pemberian bersamaan dengan obat yang menginduksi enzim hati, seperti fenitoin atau fenobarbital, dapat mempercepat klirens ragyl forte (metronidazole), sehingga kadar plasma berkurang.

Dosis ragyl forte


Ragyl forte (metronidazole) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis lazim ragyl forte untuk dewasa pada kasus amubiasis intestinal invasif :

800 mg setiap 8 jam selama 5 hari.

  • Dosis lazim dewasa untuk amubiasis ekstra intestinal (termasuk abses hepar) dan pembawa kista amuba asimtomatik :

400-800 mg setiap 8 jam selama 5-10 hari.

  • Dosis lazim dewasa untuk trikomoniasis urogenital :

200 mg setiap 8 jam selama 7 hari atau 400-500 mg setiap 12 jam selama 7 hari atau 800 mg pada pagi hari dan 1.2 g pada malam hari selama 2 hari atau 2 gram dosis tunggal.

  • Dosis lazim dewasa untuk giardiasis :

2 gram/hari selama 3 hari atau 500 mg 2 x sehari selama 1-10 hari.

  • Dosis lazim dewasa untuk infeksi anaerob (durasi lazimnya 7 hari) :

dosis awal 800 mg, kemudian 400 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 8 jam.

  • Dosis lazim dewasa untuk infeksi gigi akut :

200 mg setiap 8 jam selama 3-7 hari.

  • Dosis lazim dewasa untuk profilaksis bedah :

400 mg setiap 8 jam dimulai 24 jam sebelum operasi, dilanjutkan sesudah operasi secara intravena atau rektal sampai pemberian oral dapat dilakukan lagi.

  • Dosis lazim ragyl forte untuk anak pada kasus amubiasis intestinal invasif :

Anak usia 1-3 tahun : 200 mg setiap 8 jam.

Anak usia 3-7 tahun : 200 mg setiap 6 jam.

Anak usia 7-10 tahun : 200-400 mg setiap 8 jam.

  • Dosis lazim anak untuk amubiasis ekstra intestinal (termasuk abses hepar) dan pembawa kista amuba asimtomatik :

Anak usia 1-3 tahun : 100-200 mg setiap 8 jam.

Anak usia 3-7 tahun : 100-200 mg setiap 6 jam.

Anak usia 7-10 tahun : 200-400 mg setiap 8 jam.

  • Dosis lazim anak untuk trikomoniasis urogenital :

Anak usia 1-3 tahun : 50 mg setiap 8 jam selama 7 hari.

Anak usia 3-7 tahun : 100 mg setiap 12 jam.

Anak usia 7-10 tahun : 100 mg setiap 8 jam.

  • Dosis lazim anak untuk giardiasis :

Anak usia 1-3 tahun : 500 mg/hari selama 3 hari.

Anak usia 3-7 tahun : 600-800 mg/hari.

Anak usia 7-10 tahun : 1 gram/hari.

  • Dosis lazim anak untuk infeksi anaerob (durasi lazimnya 7 hari) :

Anak : 7.5 mg/kg BB setiap 8 jam.

  • Dosis lazim anak untuk profilaksis bedah :

7.5 mg/kg BB setiap 8 jam.

Terkait


Jika informasi ini berguna, bagikan ke teman – teman anda