Tarivid Otic (Tetes Telinga)

Tarivid Otic adalah sediaan obat tetes telinga yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada telinga misalnya Chronic suppurative otitis media dan externa. Tarivid Otic mengandung Ofloxacin, obat yang termasuk antibiotik golongan fluorokuinolon generasi ke 2.

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Tarivid Otic yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

Daiichi/PT Kalbe Farma

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Tarivid Otic dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol 5 mL tetes telinga 3 mg/mL

Kandungan

Tiap kemasan obat Tarivid Otic mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ofloxacin 3 mg/mL tetes telinga

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Ofloxacin adalah antibiotik golongan fluorokuinolon generasi ke 2 yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Ofloxacin bekerja dengan cara menghambat dua tipe enzim II topoisomerase yaitu DNA Gyrase dan topoisomerase IV. topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. Dengan DNA yang tidak dipisahkan, proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. Sedangkan DNA gyrase bertanggungjawab untuk supercoil DNA sehingga akan cocok di dalam sel yang baru terbentuk. kombinasi dari dua mekanisme di atas akan membunuh bakteri sehingga Ofloxacin digolongkan sebagai bakterisida.

Indikasi

Kegunaan antibiotik Tarivid Otic (Ofloxacin) adalah untuk mengobati infeksi telinga yang disebabkan oleh bakteri yang rentan, diantaranya :

  • Otitis Externa pada orang dewasa dan pasien anak-anak usia 6 bulan atau lebih tua, yang disebabkan oleh Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus.
  • Chronic Suppurative Otitis Media pada pasien berusia 12 tahun ke atas dengan membran timpani berlubang yang disebabkan oleh Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus.
  • Otitis Media Akut pada pasien anak-anak usia 1 tahun atau lebih tua dengan tabung timpaniosis yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pneumoniae.

Kontraindikasi

  • Tarivid Otic harus dihindari pada pasien dengan hipersensitivitas/alergi obat Ofloxacin atau antibiotik golongan kuinolon lainnya.

Efek Samping Tarivid Otic

Kebanyakan efek samping Tarivid Otic (Ofloxacin) bersifat ringan sampai sedang yang akan segera hilang ketika pemberian obat dihentikan. Berikut adalah beberapa efek samping obat antibiotik ini :

  • Efek samping yang paling umum seperti Mual, seborrhea, gangguan pendengaran, tinnitus.
  • Penggunaan obat Tarivid Otic harus dihentikan jika ruam, sakit kuning, atau tanda lain dari reaksi hipersensitivitas terjadi.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat Tarivid Otic (Ofloxacin) adalah sebagai berikut :

  • Gunakan obat Tarivid Otic sesuai yang dianjurkan dokter, baik jumlah maupun durasi pengobatannya. Penghentian pengobatan sebelum waktunya akan meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik.
  • Jika terjadi reaksi hipersensitivitas selama terapi, hentikan penggunaan antibiotik ini.
  • Seperti halnya sediaan antibiotik lainnya, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan organisme nonsusceptible yang berlebihan, termasuk jamur.
  • Hindari mengkontaminasi ujung aplikator tetes telinga dari jari atau sumber lainnya. Tindakan pencegahan ini diperlukan untuk menjaga sterilitas obat tetes telinga ini.
  •  Antibiotik golongan quinolone sistemik, termasuk Ofloxacin, telah dikaitkan dengan reaksi hipersensitivitas, bahkan pada penggunaan dosis tunggal. Hentikan penggunaan segera jika terjadi ruam atau tanda reaksi alergi lainnya.

Penggunaan Obat Tarivid Otic Untuk Ibu Hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Ofloxacin kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung Ofloxacin seperti Tarivid Otic untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi obat

Studi interaksi obat spesifik belum dilakukan pada sediaan tetes telinga Ofloxacin.

Dosis Tarivid Otic

Tarivid Otic (Ofloxacin) diberikan dengan dosis :

  • Dosis Dewasa untuk Otitis Externa

10 tetes 1 x sehari selama 7 hari. Pasien harus berbaring dengan posisi telinga yang terkena ke atas sebelum pemberian. Setelah obat diteteskan, pasien harus tetap berada di posisi ini minimal 5 menit. Jika kedua telinga terinfeksi, prosedur ini harus diulang untuk kedua telinga.

  • Dosis Dewasa untuk Otitis Media

10 tetes 2 x sehari selama 14 hari. Pasien harus berbaring dengan posisi telinga yang terkena ke atas sebelum pemberian. Setelah obat diteteskan, tragus harus dipompa ke dalam 4 kali, dan pasien harus tetap berada dalam posisi ini minimal 5 menit. Jika kedua telinga terinfeksi, prosedur ini harus diulang untuk kedua telinga.

  • Dosis Pediatrik/anak untuk Otitis Externa akut

Usia 6 bulan sampai 13 tahun : 5 tetes sekali sehari selama 7 hari.

Usia 13 tahun dan lebih tua : 10 tetes sekali sehari selama 7 hari.

Pasien harus berbaring dengan posisi telinga yang terkena ke atas sebelum pemberian. Setelah obat diteteskan, pasien harus tetap berada di posisi ini minimal 5 menit. Jika kedua telinga terinfeksi, prosedur ini harus diulang untuk kedua telinga.

  • Dosis Pediatrik/anak untuk Otitis Media

Usia 1 sampai 12 tahun : 5 tetes 2 x sehari selama 10 hari.

Usia 12 tahun dan lebih tua : 10 tetes 2 x sehari selama 14 hari.

Pasien harus berbaring dengan posisi telinga yang terkena ke atas sebelum pemberian. Setelah obat diteteskan, tragus harus dipompa ke dalam 4 kali, dan pasien harus tetap berada dalam posisi ini minimal 5 menit. Jika kedua telinga terinfeksi, prosedur ini harus diulang untuk kedua telinga.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Tarivid Otic (Ofloxacin) harus sesuai dengan yang dianjurkan.