Fasidol Syrup

Fasidol Syrup adalah obat yang digunakan sebagai penurun panas anak, khususnya anak usia di atas 2 tahun (Untuk anak atau bayi di bawah usia 2 tahun lebih efisien menggunakan sediaan drops). Obat demam ini juga digunakan sebagai pereda nyeri ringan seperti sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya. Fasidol Syrup mengandung obat paracetamol, yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetic. Obat penurun panas dan pereda nyeri ini diproduksi oleh Ifars.

Ringkasan

Berikut tabel ringkasan informasi obat-obat yang mengandung Paracetamol termasuk Fasidol Syrup :

Nama ObatParacetamol
Golongan
B (Obat bebas)
Kelasantipyretic sekaligus analgetic
IndikasiPenurun panas dan pereda nyeri
KontraindikasiHipersensitif
SediaanTablet 500 mg, 650 mg; Drops 60 mg / 0.6 ml; Syrup 120 mg / 5 ml; Infusion 10 mg/ml; Effervescent tablet 500 mg, 120 mg; Chewable tablet
120 mg
Merk Yang Tersedia* Baca Link di bagian bawah artikel ini

Informasi Obat Fasidol Syrup

Fasidol Syrup obat apa, apa kegunaanya, efek sampingnya dan apa saja merk-merk lain yang tersedia di pasaran? Berikut ini adalah informasi lengkap tentang obat ini.

Pabrik

Ifars Pharmaceuticals Laboratories

Golongan

Bisa diperoleh tanpa resep dokter

kemasan

Fasidol Syrup dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Botol 60 ml syrup
  • Botol 60 ml syrup forte

kandungan

tiap kemasan Fasidol Syrup mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Paracetamol 120 mg / 5 ml syrup
  • Paracetamol 160 mg / 5 ml syrup forte

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Paracetamol yang dikenal juga dengan nama acetaminophen adalah obat yang digunakan sebagai analgetic (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bisa diperoleh tanpa resep dokter. Meskipun paracetamol memiliki efek anti inflamasi, obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID, karena efek anti inflamasinya dianggap tidak signifikan. Cara kerja obat paracetamol yang diketahui sekarang adalah dengan menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini berperan pada pembentukan prostaglandin yaitu senyawa penyebab nyeri. Dengan dihambatnya kerja enzim COX, maka jumlah prostaglandin pada sistem saraf pusat menjadi berkurang sehingga respon tubuh terhadap nyeri berkurang. Paracetamol menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus set-point di pusat pengendali suhu tubuh di otak.

Indikasi

Daftar di bawah ini adalah beberapa kegunaan Fasidol Syrup (paracetamol) :

A. Sebagai Penurun Panas (antipiretik)

Fasidol Syrup (paracetamol) digunakan untuk menurunkan demam. Namun obat ini sebaiknya digunakan bila suhu tubuh sudah benar-benar tinggi dan membutuhkan terapi obat penurun panas. Rekomendasi WHO : penggunaan obat penurun panas dilakukan bila suhu tubuh lebih besar dari 38.5 °C (101.3 °F).

Baca Juga  Pyridol drops

Paracetamol adalah salah satu obat yang sering digunakan dalam berbagai merk sediaan obat flu dan pilek. Oleh karena itu, jika sediaan obat flu Anda tidak mengandung paracetamol, Anda bisa menggunakan Fasidol Syrup jika Flu disertai demam.

B. Sebagai Pereda Nyeri (Analgetik)

Obat yang mengandung paracetamol bisa digunakan untuk meredakan nyeri kategori ringan atau sedang misalnya :

  • Untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya. Pada nyeri yang lebih berat seperti nyeri pasca operasi biasanya dikombinasikan dengan NSAID atau analgetic opioid.
  • Kombinasi paracetamol dengan kafein adalah obat lini pertama pada pengobatan migrain.
  • Paracetamol bisa dipilih untuk meredakan nyeri pada arthritis ringan, dengan efek yang sebanding dengan aspirin tetapi efek samping yang lebih ringan.

C. Sebagai Anti Inflamasi (Anti Radang)

Meskipun tidak sekuat obat anti inflamasi golongan NSAID, paracetamol juga memiliki khasiat sebagai antiinflamasi. Dalam beberapa kasus, misalnya pasien memiliki riwayat hipersensitif terhadap obat-obat golongan NSAID, paracetamol bisa dipilih sebagai alternatif yang aman.

Penyakit/Kondisi Terkait

Kontraindikasi

  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif/alergi obat paracetamol.

Efek samping Fasidol Syrup

Secara umum Fasidol Syrup (paracetamol) bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Fasidol Syrup (paracetamol) yang mungkin terjadi :

  • Obat penurun panas dan pereda nyeri ini bisa menyebabkan kerusakan hati terutama jika penggunaanya melebihi dosis yang dianjurkan. Potensi efek samping ini meningkat pada orang-orang yang mengkonsumsi alkohol.
  • Efek samping ringan pada saluran pencernaan misalnya mual dan muntah. Pada penggunaan dosis yang lebih tinggi diketahui meningkatkan resiko terjadinya perdarahan lambung.
  • Efek samping pada ginjal relatif jarang. Namun pada penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  • Efek samping pada kulit kejadiannya jarang. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memperingatkan kemungkinan terjadinya efek pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik akibat pemakaian paracetamol, meski hal ini sangat jarang namun bisa fatal jika terjadi.
  • Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan obat demam ini pada penderita asma terutama anak-anak, karena ada kemungkinan menyebabkan peningkatan resiko asma ataupun memperburuk penyakit asma yang telah diderita sebelumnya.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat penurun panas ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal
  • Beberapa ahli mengaitkan penggunaan paracetamol oleh ibu hamil, dengan resiko terjadinya asma pada anak-anak dan peningkatan ADHD. Namun paracetamol tetap dianjurkan sebagai obat pilihan pertama sebagai pereda nyeri dan penurun demam selama kehamilan, meski tetap harus memperhatikan resikonya.
Baca Juga  Alphagesic syrup

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Fasidol Syrup adalah sebagai berikut :

  • Pemakaian Fasidol Syrup (paracetamol) harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Obat penurun panas ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang mempunyai penyakit asma.
  • Paracetamol diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI) meskipun dalam jumlah yang kecil. Obat ini adalah pilihan pertama sebagai pereda nyeri dan penurun panas bagi ibu menyusui, namun jika anda ragu berkonsultasilah dengan dokter jika anda ingin menggunakan Fasidol Syrup (paracetamol) saat menyusui.
  • Meskipun efek Fasidol Syrup (paracetamol) terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil daripada obat-obat golongan NSAID, ada baiknya obat demam ini dikonsumsi setelah makan.
  • Jika anda mengkonsumsi alkohol, potensi terjadinya kerusakan hati sangat tinggi terutama pada pemakaian jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.
  • Hati-hati menggunakan obat demam ini pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.

Penggunaan Obat Fasidol Syrup Untuk Ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan paracetamol kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung paracetamol untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Baca Juga  Paracetol

interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat Fasidol Syrup (paracetamol) dengan obat-obat lain :

  • Metoclopramide : meningkatkan efek analgetic (pereda nyeri).
  • Carbamazepine, fenobarbital dan fenitoin : meningkatkan potensi kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide : mengurangi efek farmakologis paracetamol.
  • Antikoagulan warfarin : paracetamol meningkatkan efek koagulansi obat ini sehingga meningkatkan potensi resiko terjadinya perdarahan.

Dosis Fasidol Syrup

Fasidol Syrup (paracetamol) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Anak < 1 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml sirup.
  • Anak 1-3 tahun : 3-4 x sehari 2.5 ml sirup.
  • Anak 3-6 tahun : 3-4 x sehari 5 ml sirup.
  • Anak 6-12 tahun : 3-4 x sehari 5-10 ml sirup.
  • Di atas 12 tahun : 3-4 x sehari 15-20 ml sirup.

Aturan pakai

  • Bila perlu obat diberikan setiap 4 jam atau menurut petunjuk dokter.
  • Pemberian tidak lebih dari 5 x sehari.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Fasidol Syrup

  • Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat-obat lainnya. Gejala alergi misalnya ruam, gatal-gatal, sesak napas, mengi, batuk, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau tanda-tanda lainnya.
  • Buang semua sisa obat Fasidol Syrup yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat penurun panas ini sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Baca juga

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat penurun panas Fasidol Syrup harus sesuai dengan yang dianjurkan.