Pemirolast

Pemirolast adalah obat yang digunakan untuk mengobati/mencegah gatal pada mata yang disebabkan oleh alergi, misalnya hay fever dan konjungtivitis alergi. Obat ini juga telah digunakan dalam pengobatan asma kronis dan profilaksis rhinitis alergi.

Pemirolast adalah senyawa turunan pirimidinin dengan aktivitas anti alergi. Senyawa ini mengikat reseptor histamin H1. Hal ini akan mengblok aksi histamin endogen, yang kemudian menyebabkan penghentian sementara efek negatif yang ditimbulkan oleh histamin.

Pemirolast juga menghambat ion kalsium yang dimediasi antigen ke dalam sel mast. Hal ini mencegah terjadinya degranulasi sel mast, menghasilkan stabilisasi sel mast dan penghambatan pelepasan mediator inflamasi, seperti histamin dan leukotrien, yang terlibat dalam proses alergi. Obat ini juga mencegah pelepasan mediator inflamasi dari eosinofil ke jaringan okular (mata).

Obat ini biasanya digunakan dalam bentuk garamnya yaitu Kalium/Potasium Pemirolast. Tersedia dalam sediaan oral untuk mengobati asam kronis dan Rhinitis alergi, dan sediaan tetes mata dalam formulasi 0.1% solution.

Indikasi

Kegunaan Pemirolast adalah untuk kondisi-kondisi berikut :

  • Untuk mengobati/mencegah gatal pada mata yang disebabkan oleh alergi, misalnya hay fever dan konjungtivitis alergi.
  • Obat ini juga telah digunakan dalam pengobatan asma kronis dan profilaksis rhinitis alergi.

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif/alergi obat Pemirolast.

Efek Samping Pemirolast

Berikut adalah beberapa efek samping yang diketahui :

  • Efek samping jika digunakan dalam sediaan okular/obat mata : rasa terbakar, mata kering, sensasi seperti terkena benda asing, dan ketidaknyamanan mata.
  • Efek samping dalam sediaan non-okular : alergi, nyeri punggung, bronkitis, batuk, dismenore, demam, sinusitis, dan bersin / hidung tersumbat.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama penggunaan obat ini adalah sebagai berikut :

  • Dalam percobaan pada hewan, senyawa ini diekskresikan dalam susu tikus pada konsentrasi yang lebih tinggi daripada plasma. Tidak diketahui apakah obat ini diekskresikan dalam susu manusia. Karena terdapat banyak obat diekskresikan dalam susu manusia, penggunaan Pemirolast untuk ibu menyusui harus dilakukann secara hati-hati.
  • Sediaan obat mata yang mengandung Pemirolast biasanya juga disertai zat pengawet, misalnya Lauralkonium klorida. Zat pengawet ini dapat diserap oleh lensa kontak lunak. Oleh karena itu, setelah menggunakan sediaan obat mata ini, pasien harus menunggu setidaknya sepuluh menit sebelum memakai lensa kontak lunak (soft lense).
  • Tidak diindikasikan untuk mengobati iritasi mata yang disebabkan oleh penggunaan lensa kontak.
  • Efektivitas dan keamanan penggunaan obat ini pada anak usia di bawah 3 tahun belum diketahui.
Baca Juga  Ambroxol

Penggunaan Obat Pemirolast Untuk Ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Pemirolast kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan acuan keamanan obat pada manusia, fakta bahwa obat ini terbukti memiliki efek buruk terhadap janin hewan harus menjadi perhatian serius. Jika tidak benar-benar dibutuhkan atau masih bisa menggunakan obat lain yang lebih aman, penggunaan Pemirolast untuk ibu hamil sebaiknya tidak dilakukan. Namun jika manfaatnya dirasa lebih besar daripadara risiko yang mungkin terjadi, penggunaannya bisa dilakukan secara hati-hati.

Dosis Pemirolast

Pemirolast diberikan dengan dosis :

Sediaan Ophthalmic (Obat Mata) sebagai profilaksis konjungtivitis alergi

  • Dewasa atau Anak usia > 3 tahun (sediaan tetes mata (0.1% solution) : 1-2 tetes pada mata yang terkena 4 x sehari.

Sediaan Oral (tablet) untuk Rhinitis alergi

  • Dewasa : 5 mg 2 x sehari.
  • Anak usia 1-4 tahun : 1,25 mg 2 x sehari.
  • Anak usia 5-10 tahun : 2,5 mg 2 x sehari.

Sediaan oral untuk Asma kronis

  • Dewasa : 10 mg 2 x sehari.
  • Anak usia 1-4 tahun : 2,5 mg 2 x sehari.
  • Anak usia 5-10 tahun : 5 mg 2 x sehari.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Pemirolast

  • Buang semua sisa obat yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan gunakan obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat Pemirolast sesuai dengan aturan. Jangan gunakan obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Untuk sediaan obat tetes mata, jangan menyentuh lubang keluarnya cairan obat karena dapat dapat menyebabkan kontaminasi obat oleh kuman dari tangan.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.
Baca Juga  Exabetin tablet

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Pemirolast harus sesuai dengan yang dianjurkan.