Ternyata Naiknya Asam Lambung Bisa Memicu Penyakit Serius

Naiknya asam lambung merupakan kondisi dimana asam lambung naik kembali ke bagian atas saluran pencernaan seperti esofagus dan kerongkongan, atau disebut juga dengan refluks. Kondisi ini sebenarnya biasa dialami oleh siapapun. Namun, ketika asam lambung mengalami refluks dengan intensitas yang lebih sering, maka hal ini patut diwaspadai karena ini mengindikasikan adanya penyakit GERD atau Gastro Esophageal Reflux Disease. GERD adalah gangguan pencernaan dimana isi dalam lambung atau sistem pencernaan seperti makanan ataupun cairan asam lambung kembali naik ke esofagus dan menyebabkan iritasi serta infeksi. Esofagus merupakan saluran penghubung antara lambung dan kerongkongan.

Apa itu Asam Lambung?

Asam lambung adalah cairan asam yang diproduksi oleh organ lambung. Asam lambung memiliki fungsi yang vital yakni untuk membantu mencerna makanan yang masuk kedalam sistem pencernaan, terutama untuk makanan yang mengandung protein dimana asam aminonya hanya dapat dipecah menggunakan asam lambung.

Komponen utama asam lambung adalah asam klorida atau HCL. Komponen lainnya adalah Kalium Klorida atau KCL, serta Natrium Klorida atau NaCL. Sel-sel parietal yang terdapat dalam kelenjar lambung merupakan agen yang memproduksi asam lambung. Normalnya, asam lambung memiliki Ph sekitar 1,5 sampai 3,5, yang masuk kategori sangat asam. Tugas asam lambung adalah sebagai pencerna makanan dan akan sangat berbahaya jika ia mengiritasi organ tubuh lainnya.

Gejala Naiknya Asam Lambung

Naiknya asam lambung bisa ditandai dengan beberapa gejala berikut ini :

  • Mulas adalah gejala pertama dan yang paling sering muncul. Rasa tidak nyaman disertai rasa sakit atau perih dibagian perut biasanya dimulai dari perut bagian tengah sampai ke area dada.
  • Regurgitasi merupakan rasa sakit atau sensasi terbakar yang terasa dikerongkongan jika cairan asam ini sudah mencapai ke kerongkongan. Jika cairan tersebut sampai ke mulut, maka akan terasa pahit. Gejala ini disertai juga dengan bersendawa dan muntah.
  • Dispepsia merupakan gejala naiknya asam lambung yang ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut atau disebut dengan sindrom dispepsia. Gejala lainnya adalah mual, sering bersendawa, begah (perut terasa penuh), kembung serta nyeri di perut bagian atas.

Penyebab Naiknya Asam Lambung

Normalnya, esofagus bawah atau lower esophagael sphincter (LES) akan membuka agar makanan bisa masuk menuju lambung. Kemudian, ia akan menutup kembali untuk mencegah naiknya makanan ataupun cairan asam lambung kembali ke esofagus. Namun jika kondisi LES yang bertugas sebagai pintu gerbang masuknya makanan tersebut melemah, maka cairan asam lambung bisa naik dengan mudah. LES merupakan bagian dari esofagus berupa lingkaran otot yang letaknya dibagian bawah esofagus.

Berikut beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan naiknya asam lambung dan lemahnya LES :

  • Penderita obesitas

Pada orang yang mengalami kelebihan berat badan/obesitas, terjadi tekanan yang lebih tinggi di dalam perut sehingga melemahkan otot LES.

  • Wanita hamil

Pada wanita hamil, terjadi perubahan hormon yang dapat melemahkan LES dan terjadi tekanan pada perut ketika usia kehamilan semakin besar.

  • Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat seperti penghambat kalsium yang dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi serta Nitrat yang dikonsumi penderita angina bisa melemahkan otot LES.

  • Penderita penyakit tertentu

Beberapa penyakit seperti hernia hiatus dan diabetes bisa menyebabkan naiknya asam lambung.

Makanan Pemicu Naiknya Asam Lambung

Selain beberapa faktor penyebab diatas, beberapa jenis makanan atau minuman berikut juga dapat memicu naiknya asam lambung dan harus anda batasi konsumsinya :

  • Minuman

Kopi, soda dan alkohol memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan bisa memicu naiknya asam lambung. Konsumsi jenis minuman tersebut harus dibatasi karena kandungan pada minuman tersebut dapat membuat otot LES mengalami relaksasi dan asam lambung naik kembali ke esofagus.

  • Makanan

Makanan berlemak seperti es krim, kue, gorengan, keju, serta makanan bersantan bisa menyebabkan naiknya asam lambung. Hal ini terjadi karena makanan berlemak membutuhkan lebih banyak waktu untuk dapat dicerna sehingga memicu produksi cairan asam ini secara berlebihan.

Diagnosis Naiknya Asam Lambung

Asam lambung naik bukanlah masalah serius jika terjadi hanya sesekali. Namun jika terjadi lebih sering dari biasanya dan penderita merasa terganggu kesehatannya maka disarankan untuk segera menemui dokter. Dokter akan melakukan beberapa hal untuk mengetahui penyebab naiknya cairan pencernaan ini. Dokter juga akan memeriksa apakah ada indikasi penyakit lain seperti GERD yang berarti cairan asam ini sudah mengiritasi organ lain seperti esofagus dan kerongkongan.

Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan dokter untuk membantu menegakkan diagnosis :

  • Dokter akan menanyakan gejala yang dialami penderita secara menyeluruh.
  • Untuk pemeriksaan lebih lanjut biasanya dilakukan endoskopi dengan menggunakan alat endoskop. Alat ini berupa tabung fleksibel dan panjang, dilengkapi dengan kamera dibagian tepiannya. Pada prosesnya, endoskop akan dimasukkan melalui mulut penderita untuk melihat secara langsung jika ada luka di dinding esofagus yang merupakan tanda terjadinya iritasi.

Pengobatan Asam Lambung Naik

Jika diperlukan, dokter akan meresepkan obat. Obat yang diresepkan oleh dokter biasanya ditujukan untuk meringankan gejala yang dialami penderita. Obat-obat itu seperti obat pengurang rasa mual atau obat untuk menekan produksi asam lambung, serta obat untuk mengobati iritasi jika terdapat luka di area lambung atau sistem pencernaan.

Obat-obat yang bisa menekan produksi asam lambung misalnya obat-obat golongan penghambat pompa proton (OmeprazoleLansoprazole). Obat golongan penghambat pompa proton (PPI) bekerja dengan cara Obat ini menekan sekresi asam lambung dengan cara menghambat secara spesifik dan irreversibel sistem pompa asam dalam mukosa lambung. Selain obat-obat golongan PPI, obat golongan antagonis reseptor histamin H2 (histamin H2-receptor antagonist) seperti Cimetidine, Famotidine juga bisa digunakan. Obat golongan antagonis reseptor histamin H2 bekerja dengan cara menghambat secara kompetitif kerja reseptor histamin H2, yang sangat berperan dalam sekresi asam lambung. Penghambatan kerja reseptor H2 menyebabkan produksi asam lambung menurun baik dalam kondisi istirahat maupun adanya rangsangan oleh makanan, histamin, pentagastrin, kafein dan insulin.

Selain obat-obat di atas, obat seperti antasida dan sucralfate juga sering digunakan untuk mengobati gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung, seperti mulas, sakit perut, maag, atau gangguan pencernaan terkait lainnya.

Dokter biasanya juga akan menyarankan penderita untuk mengganti menu makanan. Menu yang disarankan adalah makanan yang bergizi dan rendah lemak. Jika merubah menu makanan dan konsumsi obat-obatan tidak memberikan perubahan terhadap gejala, maka dokter akan mengambil tindakan operasi. Namun prosedur operasi hanya akan dilakukan jika sudah terjadi komplikasi yang lebih parah.

Bahaya Naiknya Asam Lambung dan Pencegahannya

Naiknya asam lambung yang sering terjadi dan diabaikan bisa memicu gangguan kesehatan yang lebih serius seperti GERD (Gastro Esophagael Reflux Disease). Jika GERD ini semakin parah maka bisa menyebabkan komplikasi lainnya seperti esofagitis. Ini merupakan gangguan kesehatan pada sistem pencernaan dimana terjadi peradangan pada dinding esofagus atau kerongkongan. Esofagitis yang semakin parah akan membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam menelan diakibatkan munculnya tukak atau perlukaan. Tukak disebabkan oleh adanya erosi dilapisan dinding esofagus sehingga menyebabkan perlukaan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu kanker esofagus yang dapat mengancam jiwa.

Untuk menghindari naiknya asam lambung, anda bisa menerapkan pola makan teratur dengan menu makanan yang bergizi. Menghindari makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung juga sebaiknya dilakukan. Selain itu, hindari kebiasaan langsung tidur sesaat setelah makan. Tidur bisa dilakukan setidaknya 2 jam setelah makan. Terapkan selalu pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi dan teratur, serta menghindari stres dan merokok. Hal tersebut bisa membantu menjaga LES agar tetap berfungsi dengan baik.