Cara Mengobati Batuk Berdahak (batuk produktif)

Batuk produktif adalah batuk yang menghasilkan lendir atau dahak. Jenis batuk ini umum dikenal di masyarakat dengan istilah batuk berdahak. Batuk berdahak disebabkan oleh adanya infeksi di paru-paru sehingga menghasilkan dahak berlebih. Hal ini menyebabkan adanya dahak di tenggorokan. Batuk berdahak secara umum merupakan indikasi adanya penyakit lain misalnya pilek, pneumonia dan sinusitis, brochitis kronis, asma bahkan gagal jantung. Cara mengobati batuk berdahak ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran dahak dari paru-paru, bukan untuk menekan refleks batuk.

Batuk sebenarnya adalah sebuah mekanisme alami pertahanan tubuh yang sebagian besar kasusnya akan hilang dengan sendirinya. Namun hal ini tetaplah sebuah situasi yang sangat mengganggu. Temui dokter Jika pengobatan sendiri telah dilakukan namun gejala tidak hilang setelah 1 minggu, atau jika dilengkapi dengan gejala-gejala lain seperti : Kesulitan bernafas, sakit dada, mulas, batuk darah, demam atau berkeringat di malam hari, atau kesulitan tidur.

Baca juga :

Cara mengobati Batuk Berdahak

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, batuk adalah cara penting untuk membersihkan sekresi yang mengandung kuman dari paru-paru. Dengan demikian, tujuan pengobatan batuk berdahak bukanlah untuk menekan batuk, karena pada kasus batuk berdahak menekan refleks batuk justru merugikan. Jika batuk tidak terjadi, maka dahak tidak bisa dikeluarkan sehingga infeksi pada paru-paru justru akan semakin parah.

Tujuan pengobatan batuk berdahak adalah untuk meningkatkan efisiensi pembersihan dahak dari saluran pernapasan. Pengobatan yang spesifik sangat terkait pada penyebab dan durasi batuk.

Memilih Obat Batuk Berdahak

Obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati batuk berdahak adalah jenis ekspektoran dan mukolitik. Jika penderita adalah anak usia 6 tahun sebaiknya obat-obatan ini tidak diberikan. Jika pasien berusia 6-11 tahun penggunaanya harus di bawah pengawasan dokter. Sebagai catatan, menurut American Academy of Pediatrics penggunaan obat untuk meringankan gejala hanya didukung oleh sedikit bukti sehingga tidak dianjurkan untuk mengobati gejala batuk pada anak. Menurut data 50% kasus batuk pada anak hilang tanpa pengobatan dalam 10 hari dan 90% dalam 25 hari.

Baca Juga  Ponflu Syrup

Berikut adalah jenis obat batuk berdahak :

1. Ekspektoran

Obat jenis ekspektoran digunakan dengan tujuan meningkatkan sekresi mukus di saluran napas sehingga mengurangi iritasi. Dengan demikian gejala akan berkurang. Namun sebenarnya, efek ekspektorasi dari obat jenis ekspektoran tidak lebih baik daripada plasebo.

Efek sampingnya bisa berupa mual, muntah, diare, pusing, sakit kepala dan ruam.

Obat-obat golongan ekspektoran : guaifenesin (gliseril guaiacolate/GG), amonium klorida, natrium sitrat, dan ipecacuanha.

2. Mukolitik

Obat jenis mukolitik diresepkan untuk membantu ekspektorasi dengan cara mengurangi viskositas sputum/dahak sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Obat-obat golongan mukolitik berguna untuk mengurangi eksaserbasi pada penyakit paru obstruktif kronis. Penggunaan obat mukolitik harus dihentikan jika tidak memberikan hasil setelah penggunaan selama 4 minggu.

Efek sampingnya bisa berupa mual, muntah, diare, pusing, sakit kepala, ruam dan sesak dada.

Obat-obat golongan mukolitik :

3. Produk kombinasi ekspektoran dan mukolitik

Di pasaran terdapat produk-produk obat batuk atau obat pilek dan flu yang mengandung kombinasi ekspektoran dan mucolytic. Obat pilek dan flu biasanya juga mengandung dekongestan (untuk melegakan hidung yang tersumbat atau tersumbat).

Bila batuk berdahak disebabkan oleh adanya alergi bisa dipilih sediaan yang mengandung obat golongan antihistamin (chlorpheniramine maleate/CTM, diphenhydramine, triprolidine). Tetapi umumnya alergi memicu batuk kering bukan batuk berdahak. Lagipula obat-obat antihistamin bisa mengeringkan dahak sehingga membuatnya lebih susah dikeluarkan dari paru-paru.

Bila batuk berdahak disertai demam bisa dipilih produk yang mengandung paracetamol atau ibuprofen. (baca juga Tips memilih Obat demam terbaik).

Sedangkan produk obat batuk yang mengandung bahan-bahan antitusif (dextromethorphan, noskapin, codein) sebaiknya tidak dipilih karena menekan batuk sangat tidak dianjurkan pada kasus batuk berdahak.

Baca Juga  Bronchitis

Bacalah kemasan produk sebelum menggunakan produk-produk kombinasi apapun. Jika Anda menggunakan produk kombinasi dan kemudian mengambil obat tambahan, sangat berisiko terjadinya overdosis. Misalnya, jika Anda telah menggunakan produk Paracetamol, sebaiknya tidak menggunakan obat batuk berdahak yang mengandung paracetamol.

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa beberapa zat aktif tidak dianjurkan digunakan untuk orang dengan kondisi medis tertentu. Misalnya, pseudoephedrine (dekongestan) dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, kegelisahan, insomnia dan mulut kering. Pseudoephedrine tidak dianjurkan digunakan untuk orang dengan tekanan darah tinggi, masalah jantung, hipertiroidisme, diabetes, atau retensi urin.

4. Obat Batuk hitam Yang Mengandung Succus liquiritiae

Succus liquiritiae adalah kandungan bahan alami pada obat batuk hitam. Bahan ini dipercaya membantu mengencerkan dahak.

Yang Harus Dilakukan Untuk Mempercepat Pengobatan

Hal-hal berikut bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan :

  • Minum banyak cairan, karena asupan cairan yang cukup bisa membantu mengencerkan lendir dan mempermudah untuk batuk. Sebaiknya minum air hangat.
  • Uap panas sangat baik digunakan sebagai cara mengatasi batuk berdahak. Mandi air panas dan beruap bisa membantu memecah lendir (dahak) sehingga lebih mudah dikeluarkan. Anda bisa berendam menggunakan air panas yang sudah ditambahkan menthol, kamper atau kayu putih.
  • Istirahat yang cukup akan membantu mengembalikan daya tahan tubuh sehingga mempercepat proses penyembuhan.
  • Jika Anda seorang perokok, berhenti merokok akan sangat membantu proses penyembuhan.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

Jangan melakukan hal di bawah jika Anda mengalami batuk berdahak :

  • Jangan menggunakan obat penekan batuk (antitusif) karena justru bisa menyebabkan tertahannya lendir (dahak) di paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Jangan memakai sedative antihistamin, karena obat jenis ini cenderung mengeringkan sekresi sehingga sukar dikeluarkan dari paru-paru
  • Jangan menggunakan produk kombinasi antitusif dan ekspektoran
Baca Juga  Asma

Artikel Pendukung :

Cara mengobati batuk berdahak harus memperhatikan beberapa hal terkait, misalnya apa penyebabnya, durasi, dan kondisi-kondisi medis terkait yang menyertainya. Dalam pemilihan obat, sangat penting untuk memilih obat yang memang diindikasikan untuk batuk berdahak. jika ragu akan lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.