Brilinta 60 mg Tablet

Brilinta 60 mg adalah obat yang digunakan untuk mencegah kejadian-kejadian trombosis (misalnya kematian kardiovaskular, infark miokard, atau stroke) pada pasien yang menderita sindrom koroner akut. Obat penghambat pembekuan darah umumnya dikombinasikan dengan asam asetilsalisilat/aspirin. Obat ini diproduksi oleh AstraZeneca, mengandung zat aktif Ticagrelor (inbibitor agregasi platelet).

Ringkasan

Berikut tabel ringkasan informasi obat-obat yang mengandung Ticagrelor termasuk Brilinta 60 mg:

Nama ObatTicagrelor
Golongan
K (Obat Keras)
KelasInhibitor agregasi platelet
IndikasiSindrom koroner akut
KontraindikasiHipersensitif; riwayat perdarahan intrakranial; perdarahan patologis aktif; gangguan hati berat
Sediaantablet 60 mg dan 90 mg
Merk Yang TersediaBrilinta 60 mg, Brilinta 90 mg

Informasi Obat Brilinta 60 mg

Brilinta 60 mg obat apa, apa kegunaanya, efek sampingnya dan apa saja merk-merk lain yang tersedia di pasaran? Berikut ini adalah informasi lengkap tentang obat ini.

Pabrik

AstraZeneca

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Brilinta 60 mg dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Kotak, 4 × 14’s Film Coated Tablet

Kandungan

Tiap kemasan obat Brilinta 60 mg mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ticagrelor 60 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Ticagrelor adalah obat yang termasuk inhibitor agregasi platelet. Obat ini dikenal juga dengan nama cyclopentyltriazolopyrimidine, yang secara selektif dan reversibel mengikat reseptor adenosin difosfat (ADP) P2Y12 sehingga mengurangi agregasi platelet yang dimediasi ADP.

Mekanisme aksi Ticagrelor dan metabolit utamanya adalah secara reversibel berinteraksi dengan reseptor P2Y12 ADP platelet untuk mencegah transduksi sinyal dan aktivasi trombosit.

Indikasi

Kegunaan Brilinta 60 mg adalah untuk mencegah peristiwa trombotik (kematian kardiovaskular, infark miokard dan stroke) pada pasien penderita sindrom koroner akut (ACS) [angina tidak stabil, non-ST elevasi myocardial infarction (NSTEMI) atau ST elevasi myocardial infarction (STEMI)] termasuk pasien yang ditangani dengan intervensi koroner perkutan (PCI) atau bypass grafting arteri koroner (CABG).

Penggunaannya dikombinasikan dengan aspirin atau yang dikenal juga dengan nama asam Asetilsalisilat (ASA) 75-100 mg.

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan obat penghambat pembekuan darah ini untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Ticagrelor.
  • Brilinta 60 mg sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan riwayat perdarahan intrakranial (ICH) karena risiko tinggi ICH berulang;  Pasien dengan perdarahan patologis aktif misalnya, ulkus peptikum; Pasien dengan gangguan hati berat karena meningkatkan risiko pendarahan karena berkurangnya sintesis protein koagulasi.
Baca Juga  Lorihis Tablet 10 mg

Efek samping Brilinta 60 mg

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan obat penghambat pembekuan darah ini :

  • Dyspnoea, sakit kepala, batuk, pusing, mual, fibrilasi atrium, hipertensi, nyeri dada noncardiac, diare, nyeri punggung, hipotensi, nyeri dada, kelelahan.
  • Obat ini juga kadang memberikan efek samping berupa ruam, pruritus, gangguan pencernaan, dan hipersensitivitas (misalnya angioedema) pada beberapa pasien yang sensitif.
  • Efek samping yang berpotensi fatal adalah terjadinya pendarahan.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat antiplatelet ini adalah sebagai berikut :

A. Risiko Pendarahan

Seperti obat antiplatelet lainnya, Brilinta 60 mg dapat menyebabkan perdarahan yang signifikan, kadang-kadang fatal. Oleh karena itu jangan menggunakan obat ini pada pasien dengan perdarahan patologis aktif atau riwayat perdarahan intrakranial.

Jangan menggunakan obat ini pada pasien yang direncanakan akan menjalani operasi bypass grafting arteri koroner (CABG). Jika memungkinkan, hentikan penggunaan obat ini setidaknya 5 hari sebelum operasi.

Brilinta 60 mg meningkatkan risiko perdarahan lebih besar daripada clopidogrel. Secara umum, faktor risiko terjadinya pendarahan : lansia, riwayat gangguan perdarahan, prosedur invasif perkutan dan penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang juga meningkatkan risiko perdarahan, misalnya terapi antikoagulan dan fibrinolitik, aspirin dosis tinggi, dan NSAID.

B. Penggunaan bersama aspirin

Aspirin pada dosis lebih dari 100 mg dapat mengurangi efektivitas Brilinta 60 mg. Oleh karena itu, setelah dosis awal aspirin (biasanya 325 mg), gunakan kombinasi Brilinta 60 mg dengan dosis pemeliharaan aspirin 75-100 mg.

C. Gangguan fungsi hati

Obat ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan gangguan hati berat karena meningkatkan risiko pendarahan yang disebabkan oleh berkurangnya sintesis protein koagulasi. Untuk penderita gangguan hati ringan sampai sedang selalu pertimbangkan risiko dan manfaat bagi pasien.

D. Dyspnea

Dispnea yang terjadi pada penggunaan obat yang mengandung Ticagrelor lebih sering ditemukan daripada pada pasien pengguna clopidogrel. Dyspnea biasanya ringan sampai sedang dan umumnya akan hilang seiring durasi pengobatan.

Jika selama menggunakan obat penghambat pembekuan darah ini terjadi dispnea, tidak diperlukan perawatan khusus; lanjutkan penggunaan Brilinta 60 mg.

Baca Juga  Ticagrelor

E. Penghentian pengobatan

Penghentian pengobatan sebelum waktunya akan meningkatkan risiko infark miokard, stent trombosis, dan kematian. Namun pengobatan bisa dihentikan untuk sementara waktu untuk alasan tertentu (misalnya untuk mengobati perdarahan atau operasi elektif). Setelah selesai segera lanjutkan pengobatan.

F. Kondisi lain

Hati-hati menggunakan obat ini pada pasien yang berisiko bradikardia, pasien asma atau COPD, hyperuricemia atau arthritis gout.

Penggunaan obat Ticagrelor untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Ticagrelor kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Penelitian pada hewan, menunjukkan bahwa Ticagrelor menyebabkan kelainan struktural saat diberikan pada dosis sekitar 5-7 kali dosis maksimum pada manusia yang direkomendasikan (MRHD) berdasarkan luas permukaan tubuh. Karena belum ada studi pada manusia sebaiknya penggunaan obat penghambat pembekuan darah ini hanya dilakukan jika manfaat potensial lebih tinggi daripada potensi risiko pada janin.

Tidak diketahui apakah Ticagrelor atau metabolit aktifnya diekskresikan dalam ASI. Untuk menghindari potensi efek buruk pada bayi penggunaan obat ini oleh ibu menyusui harus mempertimbangkan pentingnya obat untuk ibu dan risiko pada bayinya.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain :

  • Risiko perdarahan meningkat jika digunakan bersamaan dengan NSAID, antikoagulan oral dan / atau fibrinolitik.
  • Peningkatan paparan jika digunakan bersamaan dengan ciclosporin.
  • Hindari penggunaan dengan penginduksi CYP3A yang kuat misalnya, rifampin, dexamethasone, phenytoin, carbamazepine, dan phenobarbital.
  • Penggunaan kombinasi dengan aspirin dengan dosis aspirin> 100 mg mengurangi efektivitas Brilinta 60 mg.
  • Anti platelet ini meningkatkan konsentrasi serum Simvastatin dan Lovastatin. Hindari dosis Simvastatin dan Lovastatin lebih dari 40 mg.
  • Karena Ticagrelor adalah penghambat transporter P-gp, selalu monitor kadar digoxin karena obat ini dapat meningkatkan paparan digoxin.
  • Karena Ticagrelor dimetabolisme oleh CYP3A4 / 5, hindari penggunaan obat penghambat pembekuan darah ini dengan inhibitor CYP3A yang kuat misalnya, atazanavir, clarithromycin, indinavir, itraconazole, ketoconazole, nefazodone, nelfinavir, ritonavir, saquinavir, telithromycin dan voriconazole. Interaksi ini bisa berakibat fatal karena dapat meningkatkan paparan Brilinta 60 mg secara signifikan.
  • Obat penghambat pembekuan darah ini dapat digunakan bersamaan dengan unfractionated atau low-molecular-weight heparin, GPIIb/IIIa inhibitors, proton-pump inhibitors, β-blockers, ACE inhibitors and angiotensin receptor blockers.
Baca Juga  Brilinta 90 mg Tablet

Dosis Brilinta 60 mg

Obat Brilinta 60 mg diberikan dengan dosis berikut :

Obat ini digunakan dalam kombinasi dengan aspirin. Dosis awal, loading dosis 180 mg (2 tablet 90 mg). Dosis pemeliharaan 2 x sehari 90 mg.

Dosis aspirin : Setelah dosis awal aspirin (biasanya 325 mg), dosis selanjutnya 75-100 mg.

Aturan pakai :

  • Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan.
  • Untuk pasien yang kesulitan menelan, hancurkan tablet sampai halus kemudian campur dalam ½ gelas air lalu minum dengan segera. Bilas gelas dengan segelas air lalu minum kembali. Campuran ini juga dapat diberikan melalui pipa nasogastrik.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Brilinta 60 mg

  • Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat-obat lainnya. Gejala alergi misalnya ruam, gatal-gatal, sesak napas, mengi, batuk, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau tanda-tanda lainnya.
  • Selama pengobatan pantau fungsi ginjal dan hematologis, tanda-tanda pendarahan, dyspnoea, dan kadar asam urat.
  • Jangan menghentikan pengobatan tanpa sepengetahuan dokter, karena penghentian pengobatan meningkatkan risiko infark miokard, stent trombosis, dan kematian.
  • Buang semua sisa obat yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat Brilinta 60 mg sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Brilinta 60 mg harus sesuai dengan yang dianjurkan.