Agrippal S1

Agrippal S1 adalah vaksin yang digunakan sebagai profilaksis influenza, terutama pada orang-orang yang mengalami peningkatan risiko komplikasi terkait influenza. Vaksin ini diberikan pada orang dewasa dan anak-anak dari usia 6 bulan. Agrippal S1 mengandung Influenza virus surface antigen (haemagglutinin and neuraminidase).

Berikut ini adalah informasi lengkap Agrippal S1 yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

PT Novartis Indonesia

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Agrippal S1 dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Box, 1 prefilled syringe @ 0.5 ml (single dose)

Kandungan

Tiap 0.5 mL Agrippal S1 mengandung Influenza virus surface antigen (haemagglutinin and neuraminidase), propagated in eggs, and inactivated with formaldehyde of strains :

  • A/California/07/2009 (H1N1) – like strain (A/California/07/2009, NYMCX-181) ≥15 micrograms HA*
  • A/Perth/16/2009 (H3N2) – like strain (A/Victoria/210/2009, NYMCX-187) ≥15 micrograms HA*
  • B/Brisbane/60/2008 – like strain (B/Brisbane/60/2008) ≥15 micrograms HA*

* Kelebihan hingga 15% dari konsentrasi HA disertakan untuk setiap strain virus.

Eksipien : Sodium klorida; potasium klorida; potassium dihidrogen fosfat; disodium fosfat dihidrat; magnesium klorida; kalsium klorida; air untuk injeksi

Sekilas tentang zat aktif

Vaksin ini sesuai dengan rekomendasi WHO (belahan bumi selatan) untuk 2009.

Sifat farmakodinamik : Seroproteksi umumnya diperoleh dalam 2 sampai 3 minggu. Durasi kekebalan postvaccinal pada strain homolog atau strain yang terkait erat dengan strain vaksin bervariasi namun biasanya 6-12 bulan.

Kode ATC JO7BB02.

Vaksin ini dipropagasi dalam telur sehingga kemungkinan mengandung zat-zat dalam telur seperti ovalbumin atau protein ayam, kanamycin dan neomycin sulphate, formaldehyde, cetyltrimethylammonium bromide (CTAB), polysorbate 80 dan barium sulphate.

Indikasi

Kegunaan Agrippal S1 adalah sebagai profilaksis influenza, terutama pada orang-orang yang mengalami peningkatan risiko komplikasi terkait influenza. Vaksin ini diberikan pada orang dewasa dan anak-anak dari usia 6 bulan.

Kontraindikasi

  • Kontraindikasi untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komponen Agrippal S1, atau alergi terhadap salah satu eksipien, alergi telur, protein ayam, kanamycin dan neomycin sulphate, formaldehyde, cetyltrimethylammonium bromide (CTAB), polysorbate 80 dan barium sulphate.
  • Pemberian vaksin ini harus ditunda bila pasien mengalami demam atau infeksi akut.

Efek samping Agrippal S1

Berikut adalah beberapa efek samping Agrippal S1 :

  • Efek samping yang paling umum misalnya reaksi lokal seperti kemerahan, bengkak, nyeri, ecchymosis (memar), indurasi dan reaksi sistemik misalnya demam, malaise, menggigil, kelelahan, sakit kepala, berkeringat, mialgia (nyeri otot), artralgia (nyeri artikular). Efek samping ini biasanya hilang dalam 1-2 hari tanpa pengobatan.
  • Efek samping yang termasuk jarang terlihat misalnya neuralgia (nyeri di daerah saraf saraf sensitif), paeresthesia (perasaan abnormal seperti terbakar, mati rasa, menyengat), Konvulsi, trombositopenia sementara (pengurangan platelet darah).
  • Reaksi alergi, dalam kasus yang jarang terjadi yang menyebabkan syok.
  • Vaskulitis yang terkait ginjal kadang terjadi dan bersifat sementara.
  • Kelainan neurologis seperti encephalomyelitis, neuritis dan sindrom Guillain Barré [peradangan akut pada sistem saraf perifer (polineuropati) yang terutama menyebabkan kerusakan pada motor (kelumpuhan)]. Efek samping ini frekuensinya jarang.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan Agrippal S1 adalah sebagai berikut :

  • Respon antibodi yang tidak cukup mungkin terjadi pada pasien dengan imunosupresi endogen (karena penyakit) atau iatrogenik (karena obat).
  • Seperti semua vaksin suntik, perawatan medis dan pengawasan yang tepat harus selalu tersedia sebagai antisipasi jika terjadi kejadian anafilaksis. Meski hal ini termasuk jarang terjadi.
  • Agrippal S1 tidak mempengaruhi kemampuan mengemudi dan menggunakan mesin.
  • Jangan gunakan vaksin setelah tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kotak.
  • Informasi mengenai produk obat harus selalu dijaga, oleh karena itu simpanlah kotak dan brosur paketnya.
  • Penyimpanan : vaksin harus disimpan pada suhu antara + 2 ° C / + 8 ° C di kulkas, jangan sampai membeku, terlindung dari cahaya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Reaksi yang terkait dengan kecemasan, termasuk reaksi vasovagal (sinkop), reaksi hiperventilasi atau reaksi stres dapat terjadi setelah, atau bahkan sebelumnya, vaksinasi apapun sebagai respons psikogenik terhadap injeksi jarum. Hal ini dapat disertai dengan beberapa tanda neurologis seperti gangguan visual sementara, parestesi dan pergerakan anggota tubuh tonik-klonik selama pemulihan.
  • Agrippal S1 dapat digunakan selama menyusui.

Penggunaan Agrippal S1 oleh wanita hamil

Pada umumnya vaksin influenza yang tidak aktif dapat digunakan pada semua tahap kehamilan. Data dari penggunaan vaksin influenza yang diinaktivasi di seluruh dunia tidak menunjukan risiko teratogenik atau foetotoxic selama kehamilan. Meskipun demikian, pada pasien berisiko tinggi hamil, risiko terjadinya infeksi harus tetap dipertimbangkan.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain :

  • Agrippal S1 dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya. Imunisasi harus dilakukan pada anggota badan yang terpisah. Perlu diwaspadai bahwa penggunaan vaksin bersamaan mungkin meningkatkan potensi efek samping.
  • Respons imunologis bisa berkurang jika pasien menjalani perawatan dengan obat-obat yang memiliki efek
  • Setelah vaksinasi influenza, hasil positif palsu dalam tes serologi menggunakan metode ELISA untuk mendeteksi antibodi terhadap HIV1, Hepatitis C dan terutama HTLV1 telah diamati. Teknik Western Blot bisa memperbaiki hasil positif palsu tes Reaksi positif palsu sementara bisa disebabkan oleh respons IgM oleh vaksin.

Dosis Agrippal S1

Agrippal S1 diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dosis dewasa ≥ 18 tahun : satu dosis 0,5 mL.
  • Dosis anak dari 36 bulan atau lebih : 0,5 mL.
  • Dosis anak-anak dari 6 bulan sampai 35 bulan : Dosis 0,25 mL atau 0,5 mL dapat diberikan. Dosis yang diberikan harus sesuai dengan rekomendasi nasional yang ada.
  • Anak kurang dari 6 bulan : keamanan dan kemanjuran vaksin pada anak usia kurang dari 6 bulan belum ditetapkan.

Note :

  • Agrippal S1 harus diberikan dengan suntikan intramuscular atau deep subcutaneous.
  • Vaksin harus didiamkan untuk mencapai suhu kamar sebelum digunakan.
  • Kocok sebelum digunakan.
  • Untuk anak-anak yang belum pernah divaksinasi, dosis kedua harus diberikan setelah selang waktu minimal 4 minggu.

Terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan Agrippal S1 harus sesuai dengan yang dianjurkan.