Cara Mengobati Batuk Dan Pilek Pada Ibu Hamil

Ketika hamil, seorang ibu mengalami perubahan sistem kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, ibu hamil rentan terserang beberapa gejala penyakit seperti batuk dan pilek. Meskipun sangat mengganggu, batuk dan pilek pada ibu hamil biasanya tidak berbahaya bagi bayi. Meskipun begitu, sangat penting bagi ibu hamil (terutama hamil muda) untuk melakukan hal-hal yang bisa mencegahnya tertular dan menemukan cara mengobati batuk dan pilek yang tepat dan aman baik untuk dirinya terlebih untuk bayinya.

Flu adalah gejala yang disebabkan oleh infeksi virus. Tercatat lebih dari 200 jenis virus yang diketahui sebagai penyebab flu biasa (common flu). Gejala flu umumnya berlangsung sekitar seminggu, namun biasanya batuk bisa berlangsung sampai sekitar tiga minggu.

Karena flu disebabkan oleh virus maka tidak bisa diobati dengan obat antibiotik. Antibiotik hanya untuk mengobati penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Namun karena flu menurunkan daya tahan tubuh, maka tubuh juga rentan oleh infeksi bakteri misalnya infeksi bakteri pada tenggorokan. Jika gejala flu yang Anda alami memburuk atau Anda mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, berkeringat, merasa kelelahan dan sesak nafas, segera temui dokter karena flu pada ibu hamil yang memiliki gejala seperti itu bisa berbahaya.

Apa itu batuk?

Batuk adalah cara tubuh untuk melindungi dirinya sendiri. Batuk berfungsi sebagai mekanisme yang digunakan tubuh untuk menjaga agar saluran pernafasan tetap bersih, membersihkan tenggorokan dari dahak, tetesan postnasal (lendir hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau sisa-sisa makanan pada tenggorokan. (Baca selengkapnya apa itu batuk).

Cara Mencegah Batuk dan Pilek Pada Ibu Hamil

Gaya hidup sehat adalah langkah terpenting yang harus dilakukan agar terhindar dari batuk atau pilek. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah batuk dan pilek pada ibu hamil :

  • Jagalah selalu kebersihan diri, misalnya cuci tangan secara teratur.
  • Hindari bersentuhan dengan seseorang yang sedang batuk atau pilek.
  • Minum suplemen seperti vitamin C atau mineral zinc akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama hamil. Namun jika Anda tidak yakin suplemen yang aman untuk ibu hamil berkonsultasilah dengan bidan atau dokter kandungan Anda.
  • Ibu hamil harus senantiasa mengkonsumsi makanan bergizi tinggi, cukup tidur, dan berolahraga secara teratur.
Baca Juga  Actifed syrup

Cara Mengobati Batuk dan Pilek Pada Ibu Hamil

Saat hamil, sebaiknya Anda mengurangi minum obat-obatan selain yang direkomendasikan oleh dokter. Banyak obat batuk dan pilek (OTC/bisa diperoleh tanpa resep dokter di apotek atau toko obat berijin) memiliki efek samping yang berbahaya untuk ibu hamil. Ada beberapa obat batuk pilek yang biasa digunakan saat hamil yang diketahui memberikan efek samping yang relatif kecil, namun langkah terbaik adalah selalu berkonsultasi dengan dokter. Obat-obat itu antara lain :

  • Paracetamol/Acetaminophen : Obat ini digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri yang biasanya menyertai saat batuk atau pilek.
  • Tablet hisap/lozenges untuk meredakan sakit tenggorokan.
  • Codeine dan dextromethorphan : digunakan sebagai penekan batuk.

Cara Mengobati Batuk dan Pilek Pada Ibu Hamil Secara Alami

Saat hamil jauh lebih baik untuk memilih cara mengatasi batuk dan pilek secara alami karena penggunaan obat-obatan seringkali menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan jika terjadi batuk dan pilek pada ibu hamil :

  • Istirahat yang cukup : beristirahat adalah cara bagus untuk mengembalikan daya tahan tubuh.
  • Minum banyak cairan seperti air putih, jus, atau kaldu untuk menjaga hidrasi. Asupan cairan yang cukup juga membantu mempercepat penyembuhan batuk pada ibu hamil. Berkumur dengan air garam hangat juga baik untuk mengurangi sakit radang tenggorokan.
  • Makan makanan bergizi tinggi. Asupan makanan yang baik (cukup nutrisi) akan mengembalikan dengan cepat daya tahan tubuh sehingga mempercepat proses penyembuhan.
  • Uap panas sangat baik digunakan sebagai cara mengatasi batuk dan pilek. Mandi air panas dan beruap bisa membantu memecah lendir (dahak) sehingga lebih mudah dikeluarkan. Anda bisa mandi air hangat yang sudah ditambahkan menthol, kamper atau kayu putih.
  • Selalu jaga kehangatan tubuh. Gunakan balsem atau minyak gosok pada dada dan punggung, serta di bawah hidung.
Baca Juga  Alerfed Syrup

Temui Dokter Jika :

Anda harus segera menemui dokter jika :

  • Batuk dan pilek tidak membaik setelah lima hari.
  • Batuknya memburuk disertai muntah.
  • Nafsu makan berkurang atau sulit tidur.
  • Suhu tubuhnya naik di atas 39 derajat C.
  • Mengalami kesulitan bernafas.
  • Dahak berwarna kuning, hijau, atau berdarah.
  • Batuk disertai dengan nyeri dada dan / atau mengi.
  • Memiliki penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau paru-paru.
  • Batuk terus-menerus setelah tersedak sesuatu.

Waspadai Batuk Rejan Saat Hamil

Batuk rejan (pertusis) adalah penyakit saluran pernafasan yang sangat menular. Penularannya bisa melalui mulut dan hidung. Batuk rejan ditandai dengan batuk parah yang disertai suara tarikan napas bernada tinggi. Gejala lainnya, sering batuk disertai dengan lidah mencuat, mata menggembung, dan perubahan warna wajah.

Saat ini wanita yang sedang hamil dianjurkan untuk menjalani vaksinasi. Untuk mencegah batuk rejan biasanya digunakan vaksin (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Vaksinasi sebaiknya dilakukan antara minggu ke 27 sampai 36 masa kehamilan.

Bacaan pendukung :

Vaksinasi pada ibu hamil akan menurunkan perlindungan terhadap batuk rejan pada bayi selama beberapa bulan pertama setelah kelahiran. Bayi belum akan mendapatkan vaksin DPT sampai dia berumur 2 bulan, sehingga pemberian vaksin pada ibunya akan memberikan perlindungan sampai dia mendapatkan suntikan vaksinnya sendiri. (Baca juga Cough and Cold During Pregnancy: Treatment and Prevention).

Cara mengobati batuk pilek pada ibu hamil harus mempertimbangkan juga keselamatan janin yang dikandungnya. Jika gejala yang dialami belum begitu mengganggu, atau ibu masih bisa beraktivitas secara biasa, sebaiknya menghindari penggunaan obat-obatan. Namun jika gejala memburuk, dan penggunaan obat adalah satu-satunya cara mengatasi batuk, maka jalan terbaik adalah menemui dokter untuk mendapatkan obat batuk pilek yang tepat dan aman, baik bagi ibu dan janin yang dikandungnya.